JawaPos.com - Kondisi santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membaik pada Rabu (2/9).
Dari 94 pasien yang sempat mendapat penanganan di RS Siti Hajar Sidoarjo, tersisa 33 pasien yang masih menjalani perawatan dan ditargetkan pulang pada Kamis (3/9) pagi.
Sebelumnya, ratusan santri dan santriwati Manba’ul Hikam dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9) siang.
Baca Juga: 5 Kasus Dugaan Keracunan MBG Terbesar sepanjang 2026, Paling Parah Makan Korban hingga 809 Orang
Penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan seiring munculnya keluhan kesehatan setelah para santri menyantap makanan tersebut.
Kondisi 94 Pasien di RS Siti Hajar
RS Siti Hajar Sidoarjo mencatat sebanyak 94 pasien terkait kejadian tersebut hingga Rabu (2/9) pukul 15.02 WIB.
Dari jumlah itu, 33 pasien menjalani rawat inap, 53 pasien mendapatkan penanganan rawat jalan, sedangkan delapan pasien masih dalam observasi di IGD.
Baca Juga: Sampel Muntahan dan Makanan Korban Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Diperiksa di Labkes Surabaya
Jumlah pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan terus berkurang seiring kondisi kesehatan mereka membaik.
Perkembangan tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang memastikan proses pemantauan terhadap para santri tetap berjalan.
Pada Rabu (2/9) pukul 19.30 WIB, Bupati Sidoarjo Subandi datang langsung ke RS Siti Hajar Sidoarjo untuk melihat kondisi para santri.
Dia memastikan sebagian besar pasien sudah dalam kondisi sehat dan tidak lagi membutuhkan perawatan dalam waktu lama.
"Nggih, terima kasih. Hari ini kita berkunjung ke Rumah Sakit Siti Hajar, alhamdulillah hari ini tinggal sekitar 33 (pasien) ya semua sudah sehat, ya tinggal insya Allah besok pagi ini sudah bisa pulang semua,” ujar Subandi saat ditemui JawaPos.com di IGD RS Siti Hajar Sidoarjo, Rabu (2/9).
Subandi Proyeksikan Pasien Pulang Besok
Subandi menyampaikan pasien yang masih berada di RS Siti Hajar diproyeksikan sudah dapat kembali ke rumah pada Kamis (3/9) pagi.
Baca Juga: SPPG Kalitengah Sudah Kantongi SLHS, BGN Tetap Investigasi Bahan Baku MBG
Kondisi mereka disebut sudah membaik sehingga tidak lagi membutuhkan perawatan intensif seperti saat pertama kali mendapat penanganan medis.
“Ya, tapi sudah bisa pulang semua,” kata Subandi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah dirinya melihat langsung kondisi pasien sekaligus memastikan perkembangan penanganan di rumah sakit.
Baca Juga: BGN Kawal Penanganan 80 Siswa yang Masih Dirawat Imbas Keracunan MBG di Sidoarjo
Bagi pemerintah daerah, berkurangnya jumlah pasien yang menjalani perawatan menjadi perkembangan positif setelah kejadian dugaan keracunan MBG menimpa para santri.
Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka benar-benar stabil sebelum diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Pasien di RSUD Notopuro Juga Berkurang
Selain RS Siti Hajar, sejumlah santri juga mendapat penanganan di rumah sakit lain di wilayah Sidoarjo.
Baca Juga: Kepala SPPG Kalitengah Ogah Disalahkan, Sebut MBG Dicicipi Guru Sebelum Dibagikan
Subandi menyebut kondisi pasien di RSUD Notopuro juga menunjukkan perkembangan positif dengan jumlah pasien yang tersisa hanya lima orang.
“Rumah sakit (yang lain) sama juga itu, yang RSUD Notopuro itu tinggal lima, ya. Besok, (atau) paling hari ini pulang, yang Notopuro ini hari ini pulang, tinggal di rumah sakit yang di rumah sakit Siti Hajar ini,” ujar Subandi.
Dengan kondisi tersebut, jumlah santri yang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan terus menyusut dibandingkan saat kejadian pertama kali dilaporkan.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kini memantau proses pemulihan para santri sambil memastikan mereka mendapat penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Baca Juga: Dinkes Sidoarjo Aktifkan Krisis Kesehatan Tangani Ratusan Korban Dugaan Keracunan MBG
Kejadian dugaan keracunan ini bermula setelah santri dan santriwati Ponpes Manba’ul Hikam mengonsumsi menu MBG pada Selasa (2/9) siang.
Setelah itu, ratusan santri harus mendapat pemeriksaan dan perawatan di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.
Perkembangan kondisi pasien pada Rabu menjadi kabar positif bagi keluarga santri yang masih menunggu kepastian kesehatan mereka.
Baca Juga: Update Keracunan MBG di Sidoarjo: 94 Santri Dirawat di RS Siti Hajar, 8 Orang Masih di IGD
Di RS Siti Hajar, dari total 94 pasien yang tercatat pada sore hari, jumlah yang masih menjalani perawatan pada malam harinya tinggal 33 orang.
Subandi pun berharap seluruh pasien segera pulih dan dapat kembali ke lingkungan keluarga maupun pesantren.
“Insya Allah besok pagi ini sudah bisa pulang semua,” tegasnya saat memastikan kondisi para santri di RS Siti Hajar Sidoarjo.
Baca Juga: BGN Pastikan Biaya Perawatan Santri dan Siswa di Sidoarjo yang Diduga Keracunan MBG Ditanggung
Ponpes Manbaul Hikam, keracunan MBG, santri Sidoarjo, RS Siti Hajar, Subandi Sidoarjo