← Beranda
SPPG Kalitengah Sudah Kantongi SLHS, BGN Tetap Investigasi Bahan Baku MBG
Ardini PramithaKamis, 3 September 2026 | 01.52 WIB
SPPG Kalitengah di Sidoarjo. (Ardini Pramitha/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi bahan baku yang digunakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah yang berada di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Langkah itu dilakukan setelah ratusan siswa dan santri diduga mengalami keracunan. Mereka keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan sumber dugaan keracunan. Salah satu fokus pemeriksaan adalah bahan baku dari SPPG Kalitengah.

"Memang dari Dinas Kesehatan sudah ada sertifikat laik dan lain-lain, tetapi kan ada juga mungkin dari makanan, ada mungkin dari operasional, kita tidak tahu," kata Teguh saat ditemui di SPPG Kalitengah, Sidoarjo, Rabu (2/9).

Menurut dia, kondisi pengolahan makanan di SPPG Kalitengah telah dinyatakan layak. Tempat tersebut juga sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikat halal.

Namun, keberadaan sertifikat tersebut tidak langsung menjawab penyebab keracunan. BGN masih perlu memastikan kondisi bahan baku pada menu MBG.

"Hanya saja kan bahan baku itu bagaimana, itu perlunya investigasi dan hasil lab nantinya. Jadi kami masih menunggu hasil lab. Kami tidak bisa berbicara banyak perihal ini," ujarnya.

Menu MBG yang dibagikan pada Selasa (1/9) kepada siswa dan santri. Isinya nasi, telur orak-arik bumbu bali, tumis buncis, dan tempe bumbu bali.

Teguh mengatakan dugaan keracunan masih dalam proses investigasi BGN. BGN belum menunjuk bahan atau menu tertentu sebagai penyebab keracunan sebelum hasil laboratorium keluar.

Selain bahan baku, BGN juga menemukan catatan dari pemeriksaan SPPG Kalitengah. Mereka periksa sarana dan prasarana serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

"Ada catatan, ada beberapa catatan, memang kita perbaiki bersama," jelas Teguh.

Sebagai langkah awal, operasional SPPG Kalitengah dihentikan. BGN lalu menerbitkan surat suspend pada Rabu pagi.

Tim dari BGN pusat akan datang untuk investigasi lebih lanjut. Ini untuk menentukan apakah suspend termasuk kategori ringan atau berat.

"Perihal suspend-nya ringan atau berat, nanti ada tim investigasi dari pusat langsung datang," katanya.

Teguh menjelaskan suspend ringan bisa berlangsung dua minggu sampai satu bulan. Lama waktu tergantung hasil lab dan investigasi. Suspend berat bisa berarti hentikan operasi permanen.

SPPG Kalitengah sudah suplai MBG ke 19 sekolah sejak April 2026. Termasuk dua sekolah di lingkungan pondok pesantren.

Baca Juga: Kepala SPPG Kalitengah Ogah Disalahkan, Sebut MBG Dicicipi Guru Sebelum Dibagikan

Untuk pondok pesantren, SPPG Kalitengah kirim sekitar 1.000 porsi per hari. Total produksi dapur ini mencapai sekitar 2.800 porsi per hari.Teguh memastikan BGN masih menunggu hasil pemeriksaan untuk tentukan langkah. Dia juga menyebut biaya penanganan korban akan ditanggung BGN. "Kami terus melakukan perkembangan dan koordinasi," terang dia. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan