← Beranda
Wes Ndang Lekas Pulang, Doa Wabup Sidoarjo Mimik Idayana ke Santri Keracunan MBG
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 2 September 2026 | 18.56 WIB
Wabup Sidoarjo Mimik Idayana (kiri) saat menengok salah satu korban keracunan MBG di RS Siti Hajar (Dok.Rizky Pratama/JawaPos.com)

JawaPos.com — Kondisi 84 santri korban dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ponpes Manba’ul Hikam, Sidoarjo, mulai membaik pada Rabu (2/9/2026). Saat menjenguk 35 pasien rawat inap di RS Siti Hajar, Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana mendoakan para santri segera pulih dan bisa kembali pulang.

Data terbaru RS Siti Hajar menunjukkan 84 pasien telah mendapat penanganan, dengan 35 di antaranya masih menjalani rawat inap. Sedangkan 49 lainnya mendapat penanganan sebagai pasien rawat jalan.

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana datang langsung ke RS Siti Hajar sekitar pukul 09.10 WIB untuk menjenguk para santri. Dalam kunjungan tersebut, Mimik berbincang dengan sejumlah pasien sekaligus memastikan kondisi mereka.

Mimik Doakan Para Santri Lekas Pulang

Mimik sempat memberikan pesan sederhana kepada salah satu santri yang sedang menjalani rawat inap. “Wes ndang makan yang banyak dan cepet pulang ya,” ujar Wabup Mimik ke salah satu santri di ruang rawat inap. Pesan tersebut disampaikan Mimik saat melihat kondisi santri yang sedang menjalani pemulihan. Suasana kunjungan berlangsung cukup cair karena Mimik juga menanyakan makanan MBG yang sebelumnya disantap para santri.

Salah satu menu yang dikeluhkan santri ialah olahan telur orek. Selain telur, sejumlah santri juga menyebut olahan tempe, oseng-oseng, buah, hingga sayuran terasa kurang pas ketika dikonsumsi. Mimik kemudian mencoba menggali informasi lebih detail mengenai menu yang disantap para santri sebelum mereka mengalami keluhan kesehatan. “Apa orak-arik sama oseng-oseng, itu habis semua?” tanya Mimik.

Santri tersebut menggeleng dan menjelaskan makanan yang dikonsumsinya. “Oh nggak. Yang dimakan telur sama tempe, oseng-osengnya nggak,” lanjut Mimik setelah mendapat jawaban dari santri.

Telur dan Buah Ikut Dikeluhkan Santri

Percakapan Mimik dengan santri kemudian mengarah pada rasa makanan yang dianggap kurang enak. Santri menyebut olahan telur menjadi salah satu makanan yang dirasa tidak pas saat disantap. “Tempenya agak bermasalah, rasanya nggak enak?” tanya Mimik. Santri kemudian menjawab jika olahan telur yang justru terasa kurang pas.

 

“Oh, telurnya yang nggak enak,” ucap Mimik. Keluhan tersebut menjadi salah satu cerita yang disampaikan santri saat Mimik melakukan pengecekan langsung di ruang perawatan.

Tidak hanya menu utama, olahan buah juga dikeluhkan oleh sejumlah santriwati yang menjalani perawatan. Di ruangan lain, beberapa santriwati mengaku tubuh mereka gemetar dan merasakan sakit setelah mengonsumsi makanan tersebut. Wabup Sidoarjo Mimik sempat terkejut saat mengetahui ada santriwati yang mengaku keracunan meski menyantap porsi yang tidak sama dengan rekannya. “Iya, saya cuma makan buah,” ujar salah satu santriwati kepada Mimik.

Orang Tua Soroti Kemungkinan Kontaminasi

Keluhan santriwati yang hanya mengonsumsi buah turut mendapat perhatian orang tua yang mendampingi mereka di rumah sakit. Orang tua tersebut menduga olahan buah bisa ikut penyebab keracunan.

“Mungkin karena kontaminasi olahan masakan lainnya, jadi olahan buah juga kena,” sahut orang tua santriwati. Pernyataan itu disampaikan saat Mimik berbincang dengan santriwati di ruang perawatan RS Siti Hajar.

Dugaan penyebab gangguan kesehatan tersebut masih menjadi bagian dari penanganan kasus yang terjadi setelah pembagian MBG di Ponpes Manba’ul Hikam.

Para santri dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo setelah menyantap menu MBG pada Selasa (1/9/2026) siang. Keluhan kesehatan muncul setelah mereka mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program tersebut.

Kondisi sejumlah santri pada Rabu pagi mulai membaik dan sebagian sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Sementara pasien yang masih menjalani perawatan ditempatkan di ruang terpisah antara santri laki-laki dan santriwati.

Kondisi para santri yang mulai membaik menjadi kabar positif setelah ratusan santri dan santriwati sebelumnya harus mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit.

EDITOR: Diar Candra