JawaPos.com - Kasubag Humas dan Pemasaran RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Rizqi Maulana Hadi mengungkapkan adanya tambahan enam santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, yang keracunan dan dirujuk ke rumah sakit tersebut.
Dengan demikian, saat ini jumlah santri Ponpes Manbaul Hikam yang menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo sebanyak 11 orang. Rizqi menjelaskan, keluhan enam santri yang baru dirujuk sama seperti ratusan santri yang sebelumnya menjalani perawatan, yakni mual, pusing, diare.
"Gejalanya sama, diare, mual, pusing, sama dehidrasi. Dari Ponpes ya, dari Ponpes (enam santri yang baru masuk)" ujar Rizqi, Rabu (2/9).
Rizqi melanjutkan, keenam santri yang baru masuk tersebut masih menjalani observasi intensif di ruang IGD. Tim medis membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam untuk memastikan apakah mereka langsung diperbolehkan pulang atau harus dirawat inap.
"Untuk observasi ini masih kita belum tahu ya, mungkin obat biasanya kan reaksinya antara 2 sampai 3 jam, kurang lebih ya. Ini kita juga tergantung kondisi tubuh masing-masing," kata Rizqi.
Adapun, untuk lima santri yang telah menjalani perawatan sejak hari sebelumnya, kondisinya berangsur membaik. Namun demikian, lanjut Rizqi, mereka belum diizinkan pulang karena masih membutuhkan pantauan ketat dari dokter.
"Untuk (lima) yang dirawat kondisinya Alhamdulillah cukup membaik ini tadi. Belum boleh (pulang), masih dalam pantauan dokter ya," ucapnya. (*)
Baca Juga: 516 Anak Keracunan MBG di Sidoarjo: 427 Boleh Pulang, 88 Masih Dirawat