JawaPos.com - Dinas Kesebatan Kabupaten Sidoarjo mencatat, totalnya ada 293 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga keracunan usai santap MBG. Mereka mengalami mual, pusing hingga kejang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Lakhsmita Herawati mengatakan dari jumlah tersebut delapan di antaranya mengalami gejala berat. Namun, masih perlu diobervasi kembali.
"Jadi, masih butuh obersvasi di dalam," kata Lakhsmita, Selasa (1/9) malam.
Baca Juga: PLN Buka Suara Terkait Mayat di Gardu LRT, Ungkap Pintu Rusak hingga Kabel Kondisi Tidak Normal
Dia merinci ratusan santri korban keracunan itu disebar delapan rumah sakit, antara lain RSUD RT Notopuro, RS Siti Hajar, RS Pusura, RS Delta Surya, RS Fatimah, RS Porong.
"Totalnya 293 data terakhir," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa dugaan keracunan MBG tersebut.
Dia menegaskan bahwa semua korban tertangani dengan baik. Bahkan, menurutnya, sudah ada beberapa santri yang diperbolehkan pulang.
"Semuanya anak-anak kita yang tiba di rumah sakit semua sudah termonitor semua, ya. Ini tadi yang sudah sembuh sembuh tak suruh pulangkan, ya. Berarti tidak ada bahasa yang meninggal itu tidak ada, ya. Tidak ada yang meninggal," jelasnya.