← Beranda
Soal Pilgub Jatim, Sekjen Demokrat: Utamakan Dulu Keberhasilan Khofifah-Emil
Ardini PramithaMinggu, 30 Agustus 2026 | 07.05 WIB
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (29/8). (Ardini Pramitha/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Partai Demokrat belum ingin terburu-buru membicarakan kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur berikutnya. 

Partai berlambang mercy itu memilih mendorong Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak fokus menuntaskan pekerjaan pemerintahan.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (29/8).

Menurut Herman, keberhasilan pemerintahan Khofifah-Emil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Dia menilai pembahasan mengenai Pilgub Jatim masih terlalu dini.

“Pilgub itu nanti 2031 menurut saya masih jauh. Namun saya kira yang terpenting sekarang adalah sukses dulu,” kata Herman.

Herman mengatakan pasangan Khofifah-Emil perlu diberi kesempatan untuk menjalankan program-program yang telah disusun. Menurut dia, keberhasilan pembangunan akan lebih berarti apabila dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pasangan Ibu Khofifah dan Mas Emil ini sukses dulu untuk bisa menjalankan program-programnya, meningkatkan kesejahteraan rakyat Jawa Timur, dan masyarakat merasakan terhadap pembangunan yang dilakukan oleh Ibu Khofifah dan Mas Emil,” ujarnya.

Dia menilai kondisi Jawa Timur saat ini menunjukkan sejumlah perkembangan positif. Beberapa di antaranya terlihat dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan kesenjangan, hingga perkembangan sektor pendidikan.

“Alhamdulillah, saya kira Jawa Timur termasuk yang pertumbuhan ekonominya sangat baik, kesejahteraannya meningkat, kesenjangannya menurun, tingkat pendidikan juga semakin baik,” tuturnya.

Capaian tersebut, lanjut Herman, menjadi sesuatu yang turut dibanggakan Demokrat. Sebab, partai tersebut merupakan salah satu kekuatan politik yang mendukung pemerintahan Khofifah-Emil.

“Menurut saya ini adalah prestasi yang kami banggakan juga atas prestasi yang diraih oleh Bu Khofifah dan Mas Emil,” katanya.

Sementara terkait peluang Emil kembali maju dalam Pilgub Jatim, Herman belum memberikan kepastian mengenai sikap partai. Dia menegaskan Demokrat masih memusatkan perhatian pada konsolidasi organisasi.

“Yang terpasti saat ini kami tengah melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu,” jelasnya.

Konsolidasi tersebut menjadi salah satu agenda penting yang dibahas dalam Musda Demokrat Jatim. Mengusung tema “Merapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan”, forum tersebut diharapkan mampu memperkuat struktur partai hingga tingkat daerah.

Herman menegaskan Musda tidak boleh sekadar menjadi agenda formal untuk memilih pemimpin organisasi. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mengembalikan kekuatan Demokrat di Jawa Timur.

“Kami tidak ingin bahwa Musda hanya dijadikan momentum administrasi, momentum seremonial, dan hanya fokus untuk memilih seseorang, tetapi justru kita ingin ini dijadikan momentum untuk bangkit kembali,” tegasnya.

Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang dinilai strategis bagi Demokrat. Herman menyebut provinsi ini memiliki jumlah suara terbesar kedua setelah Jawa Barat.

Dia mengatakan Demokrat pernah mengirimkan 27 anggota DPR RI dari Jawa Timur. Di tingkat provinsi, partai tersebut juga pernah meraih 22 kursi DPRD Jawa Timur.

Karena itu, penguatan organisasi dinilai menjadi kunci untuk menghadapi agenda politik ke depan. Konsolidasi tidak hanya dilakukan di tingkat DPD, tetapi akan dilanjutkan hingga struktur partai di kabupaten dan kota.

Baca Juga: Maju Lagi Jadi Calon Ketua Demokrat Jatim, Emil Dardak Tegaskan Loyalitas kepada AHY

“Capaian yang bisa kita capai ke depan sangat tergantung terhadap konsolidasi organisasi, baik yang hari ini dilaksanakan di tingkat DPD maupun ke depannya untuk pelaksanaan musyawarah cabang di tingkat kabupaten/kota,” pungkas Herman. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan