JawaPos.com - Ratusan driver ojek online (ojol) di kota pudak sepakat menjaga kondisi kamtibmas di Gresik. Mereka ikrar untuk berperan aktif dalam gerakan " Jogo Gresik " yang selama ini menjadi salah satu gerakan masyarakat yang terus disosialisasikan oleh kepolisian setempat. Komitmen tersebut disampaikan perwakilan ojol saat dialog interaktif antara driver ojol dengan Polres Gresik di kecamatan Kebomas, Kamis (27/8).
" Kami sangat mendukung ikut Jogo Gresik. Bukan hanya menjaga situasi ketertiban dan keamanan masyarakat, tapi kami juga ikut menjaga tertib berlalu lintas. Termasuk kalau mendapatkan penumpang. Kami minta agar penumpang harus menggunakan helm. Meskipun ada saja penumpang yang tidak mau menggunakan helm dengan berbagai macam alasan," ujar Anamin, perwakilan drivel ojol.
Dialog interaktif tersebut dihadiri Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro, Kasat Binmas AKP M. Nur Setyabudi, Kasat Intel AKP Bagas Indra Wicaksono, Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza, dan Kasi Propam Iptu Eriq Panca Nur Patria. Di sela-sela dialog juga dibagikan bantuan sosial berupa sembako kepada driver ojol.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengapreasi para driver ojol yang bersedia membangun sinergi kuat demi menjaga kamtibmas di wilayah Kabupaten Gresik.
"Keberadaan teman-teman ojol di lapangan sangat vital. Kami berharap jika melihat adanya tindak pidana atau potensi gangguan kamtibmas, dapat segera melapor ke kantor polisi terdekat," ujarnya. Ia juga berharap para driver ojol bisa sebagai mata dan telinga kepolisian di lapangan. Ia juga mengimbau para driver untuk selalu memastikan ketersediaan helm yang bersih dan layak pakai.
Sementara itu Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro memberikan penegasan penting terkait penanganan kecelakaan lalu lintas. Dikatakan, hingga saat ini tidak sedikit masyarakat yang berasumsi bahwa melaporkan kecelakaan lalu lintas, termasuk mengambil barang bukti akan dikenakan biaya. "Jika mengalami atau melihat kecelakaan, segera laporkan. Kami tegaskan bahwa proses pengambilan kendaraan terkait kecelakaan lalu lintas tidak dipungut biaya alias gratis," tegas Ipda Andreas.