JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh masyarakat Kota Pahlawan untuk menerapkan semangat Pancasila, seperti perilaku kebersamaan, guyub rukun hingga gotong royong untuk membangun Kota Surabaya.
Hal itu disampaikan usai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Balai Kota Surabaya, Senin (17/8).
"Maka saya berharap di kemerdekaan yang ke-81 ini maka kesejahteraan, kebersamaan, guyub rukun, gotong royong semakin bisa dilakukan di Surabaya sehingga mewujudkan kesejahteraan di Kota Surabaya," kata Eri ditemui.
Menurutnya, semangat tersebut tergambar melalui tari kolosal bertema Pancasila dan Kampung Pancasila yang ditampilkan dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.
Baca Juga: Prabowo Apresiasi Tertibnya Upacara HUT ke-81 RI, Minta Komandan Menghadap
Eri menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kota. Peran masyarakat diperlukan agar berbagai persoalan seperti kemiskinan, kekerasan, premanisme hingga putus sekolah dapat ditekan.
“Kita hilangkan yang namanya kekerasan. Kita hilangkan yang namanya premanisme. Kita hilangkan yang namanya kemiskinan. Kita hilangkan yang namanya putus sekolah. Dengan apa? Dengan kebersamaan, dengan gotong royong dan kekuatan Pancasila,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Surabaya akan memperkuat keterlibatan pemuda dalam pembangunan kota. Eri menyebut generasi muda memiliki posisi penting untuk menjaga sekaligus mempertahankan Surabaya dari berbagai persoalan sosial.
“Pemuda ini adalah yang menjaga, membangun, dan mempertahankan Kota Surabaya dari semua yang tadi saya sebutkan, baik itu kemiskinan, baik itu putus sekolah, baik itu kekerasan,” ujarnya.
Eri mengatakan, Pemkot Surabaya berencana mengumpulkan para pemuda dari berbagai wilayah di Surabaya pada pekan depan. Pertemuan tersebut nantinya menjadi bagian dari upaya membangun gerakan pemuda yang ikut bertanggung jawab terhadap kondisi kota.
Ia menyebut para pemuda akan dihimpun dari tingkat RW untuk kemudian disatukan dalam sebuah gerakan dan deklarasi bersama.
“Bagaimana pemuda ini menjaga Kota Surabaya. Apa percuma artinya ada wali kota, pemerintah kota, DPRD kalau para pemuda tidak menjadi bagian di sana,” katanya.
Eri berharap pemuda tidak hanya menjadi penonton pembangunan. Mereka harus ikut mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan yang masih dihadapi Surabaya.
Baca Juga: Pesan Shin Tae-yong di HUT ke-81 RI, Mari Terus Jaga Persatuan!
“Jangan sampai pemuda-pemuda hari ini merasa semakin jauh, merasa tidak menjadi bagian dari pembangunan, merasa tidak menjadi bagian mempertahankan kemerdekaan yang ada di Kota Surabaya,” tuturnya.
Selain persoalan sosial, keterlibatan pemuda juga akan diarahkan pada penguatan ekonomi. Eri menyebut Pemkot Surabaya telah menggerakkan sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) serta berbagai sektor ekonomi lainnya untuk membuka ruang bagi anak muda.
Ia menilai pemuda merupakan salah satu penentu masa depan Surabaya. Karena itu, semangat perjuangan generasi muda harus terus diwariskan dan diwujudkan melalui aksi nyata.
“Para pemuda ini adalah tulang punggung untuk mengatakan apakah kota ini akan menjadi makmur, apakah kota ini akan jadi sejahtera,” pungkasnya.