← Beranda
Brutal, Perempuan di Sampang Dikeroyok dan Tubuhnya Dilumuri Sambal
Ardini PramithaSabtu, 15 Agustus 2026 | 02.45 WIB
Seorang perempuan asal Sampang berinisial MR (27) melaporkan kejadian pengeroyokan yang dialami ke Polres Sampang. (Humas Polres Sampang)

 

 

JawaPos.com - Seorang perempuan di Kabupaten Sampang, Madura dijambak lalu tubuhnya dilumuri sambal oleh tiga perempuan usai mengaku pernah selingkuh dengan salah satu suami mereka. Aksi brutal itu, terekam kamera dan viral di media sosial.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menjelaskan peristiwa itu terjadi tempat praktek bidan di Dusun Tetean, Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Kornannya ialah MR (27). 

"Mulanya, korban diajak seorang terlapor perempuan berinisial H (29) untuk datang ke temapt praktek bidan miliknya," kata Eko, Jumat (14/8). 

Tak selang beberapa lama datanglah ibu terlapor H, berisinial S (45) serta wanita lain berinisial H (25). "H (29) menanyakan kepada MR apakah pernah dan sudah selingkuh dengan F (suami H), dan korban mengaku pernah selingkuh tetapi sekarang sudah putus," ucapnya.

Mendengar jawaban itu, H (29) kemudian naik pitam dan langsung menampar MR serta menjambak rambutnya.

Bukanya melarai, S juga ikut-ikutan menjambak dan menarik rambut RM hinga terjatuh. "Kemudian S menarik pakaian dalam korban atau menelanjangi korban dengan menarik celana dalam korban sampai robek dan terlepas," kata dia.

Setelah itu, S menyiram MR dengan sambal pada bagian kemaluan dan mukanya. Lalu, MR juga diseret keluar dari ruang praktek bidan. "Kejadian tersebut di rekam dan disebarkan oleh H (terlapor 3)," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, MR mengalami rasa sakit pada bagian kepala, leher belakang dan pergelangan tangan kanan. "Serta rasa panas pada bagian kemaluan selama 2 hari," ucap dia.

Baca Juga: Miris! Gadis 15 Tahun di Sampang Madura Diduga Dirudapaksa 27 Orang Pria Tak Dikenal

Atas kejadian itu, korban melapor ke polisi. Petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan saat ini masih dilakukan penyelidikan. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan