← Beranda
Sempat Padam, Kebakaran Kembali Melanda Kawasan Gunung Bromo, Api Berkobar di Pusung Dhuwur
Novia HerawatiSelasa, 11 Agustus 2026 | 20.21 WIB
Petugas gabungan berjibaku memadamkan karhutla di kawasan Gunung Bromo, Kamis (6/8). (Dokumentasi BPBD Probolinggo)

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), setelah sebelumnya dilaporkan padam pada Senin (10/8).

Kali ini, titik api muncul dan membakar area pelataran Pusung Dhuwur, yang masuk dalam wilayah TNBTS, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada Selasa (11/8).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Group, kebakaran api mulai dilaporkan sekitar pukul 05.00 WIB. Api cukup besar yang disertai asap tebal, membakar perbukitan sekitar lautan pasir, tepatnya sebelah barat Gunung Bromo.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Warga Ciburayut Sulap Galon Bekas jadi Kolam Lele

Akibat kebakaran tersebut, akses menuju kawasan Bromo ditutup total. Kondisi ini juga berdampak kepada aksitivitas warga setempat. Salah satunya Sadi, warga Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Pasuruan.

"Rencananya mau ke ladang, tetapi karena ada kebakaran (di kawasan Gunung Bromo), asap tebalnya nutupin jalan aspal, saya pilih aman dan gak jadi ke ladang," ucap Sadi, dikutip dari Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (11/8).

​Hingga kini, penyebab munculnya titik api di area pelataran Pusung Dhuwur belum diketahui. Peristiwa ini menjadi perhatian karena lokasi karhutla berada tidak jauh dari area yang sebelumnya terbakar, yakni Lembah Dingklik.

Tim gabungan masih berupaya memadamkan titik api yang dapat dijangkau. Sejumlah personel disiagakan di lokasi strategis untuk mencegah api merembet, sementara asap tebal menghambat akses jalan.

Sebelumnya, Karhutla di kawasan Gunung Bromo pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Titik awal kebakaran berada di Blok Bantengan yang masuk wilayah Ranu Pani, Lumajang.

Baca Juga: Cuan Berdatangan! 3 Shio Ini Diprediksi Mengalami Lonjakan Rezeki

Untuk mendukung upaya pemadaman, Balai Besar TNBTS mulanya menutup sementara tiga pintu masuk wisata Gunung Bromo, yakni Jemplang dan Coban Trisula di Malang, serta Senduro di Lumajang.

Penutupan berlaku sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB. Namun pada Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB, Balai Besar TNBTS memperluas penutupan menjadi seluruh pintu masuk di kawasan wisata Gunung Bromo.

Artinya, dua pintu masuk lainnya, yakni Cemorolawang di Probolinggo dan Wonokitri di Pasuruan, juga ditutup. Penutupan wisata Gunung Bromo berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan. (*)

EDITOR: Bintang Pradewo