JawaPos.com - Runner up Raka Raki Jawa Timur 2026 Tio Ferdian Rahman yang viral diduga minta aborsi pacarnya langsung dipecat. Ia sebelumnya tercatat sebagai tenaga kontrak non Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya.
Kabag Umum Prokopim Pemerintah Kota Surabaya Ario Bagus Permadi menjelaskan, awalnya Tio direkrut menjadi tenaga non ASN sekitar akhir 2024 karena pemkot membutuhkan pembawa acara atau master of ceremony (MC).
Tio sendiri merupakan Cak dan Ning Surabaya 2023 sehingga dinilai memiliki publik speaking yang bagus.
"Akhirnya pimpinan waktu itu merekrut beliau sebagai tenaga kontrak non ASN tadi. Kemudian, sekitar akhir 2025 beliau sudah tidak menjadi bagian dari protokol hanya staf administrasi biasa," kata Ario saat dikonfirmasi, Senin (10/8).
Baca Juga: Viral, Runner-up Raka-Raki Jatim Diduga Minta Pacar Aborsi hingga ke Singapura
Ario menyampaikan, setelah kasus ini viral di media sosial, pihaknya langsung memanggil Tio dan langsung melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Kemarin sore, kami mendapatkan informasi di media sosial itu langsung gerak cepat konsolidasi dengan teman-teman terkait, dan tadi bagi kami lakukan pemutusan hubungan kerja per tadi pagi, kami langsung undang yang bersangkutan melakukan klarifikasi," jelasnya.
Dengan demikian, Pemkot Surabaya kini tidak memiliki kewenangan apapun terkait masalah tersebut.
"Kalau di kami selesai, bukan lagi kewenangan kami terkait urusan beliau. Kami lakukan pemutusan hubungan kerja karena melanggar kontrak kinerja," tandas Ario.
Diberitakan sebelumnya, Nama runner up Raka Raki Jawa Timur 2026 Tio Ferdian Rahman mendadak menjadi perbincangan di media sosial.
Baca Juga: Geger Temuan Janin 5 Bulan di RSUD Sawah Besar, Diduga Akibat Konsumsi Belasan Obat Aborsi
Pasalnya, Tio diduga meminta pacarnya untuk melakukan aborsi kandungan ke Singapura.
Kasus itu pertama kali mencuat melalui akun instagram @ingintauindonesia dan langsung viral.
Dalam unggahannya, akun tersebut memperlihatkan sejumlah pesan WhatsApp yang diduga antara Tio dengan pacarnya yang membahas terkait rencana aborsi ke dukun anak.
Dalam percakapan itu, Tio nekat meminta pacarnya aborsi karena tidak siap terkena sanksi sosial.
"Runner-up Raka & Raki Jawa Timur 2026, yang juga Cak & Ning Surabaya 2023 diduga terlibat kasus kekerasan seksual terhadap pacarnya sendiri. Berita ini mencuat setelah ajang pemilihan duta wisata (Raka & Raki) yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur baru saja selesai," tulis caption Instagram @ingintauindonesia yang dilihat, Senin (10/8).
Baca Juga: DKPP Terima 26 Aduan Dugaan Asusila Penyelenggara Pemilu sejak 2020, Salah Satunya Ketua KPU
"Dalam cuitan di platform X, seorang perempuan yang mengaku pacar dari Tio, terduga pelaku, menyuruh dirinya untuk mengugurkan kandungannya yang masih berusia 12 minggu. Bahkan dalam pesan singkatnya, Tio sempat kepikiran untuk membawanya ke Singapura demi terhindar dari sanksi sosial," lanjutnya.