← Beranda
Geram Fasilitas Taman Dicuri, DLH Surabaya Beri Hadiah Rp 300 Ribu bagi Warga yang Rekam Pelaku
Novia HerawatiSabtu, 8 Agustus 2026 | 21.54 WIB
Petugas Satpol PP Kota Surabaya mengamankan aset kursi taman yang diduga dicuri dan dijual ke lapak rongsokan. (Humas Pemkot Surabaya)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan memberikan hadiah berupa uang senilai Rp 300 Ribu, bagi masyarakat yang merekam aksi pelaku pencurian fasilitas umum (fasum). 

Hal ini menyusul maraknya aksi pencurian fasilitas umum (fasum) di sejumlah taman Surabaya. Kasus terakhir yang ramai dibicarakan adalah pencurian kursi besi taman menggunakan mobil ambulans klinik. 

"Jadi kita membuat sayembara ini memang sudah lama. Cukup foto, upload ke IG-nya Dinas Lingkungan Hidup, kita respons, kita berikan uang Rp300.000," tutur Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M. Fikser, Sabtu (8/8).

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Surabaya memperkuat pengawasan sekaligus mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun dan disediakan bagi warga.

Baca Juga: Gedung Bapenda DKI Kebakaran, Pramono Anung Pastikan Data Perpajakan Aman

Menurut Fikser, keterlibatan masyarakat penting dalam menjaga fasilitas kota. Sebab, anggaran yang dikeluarkan Pemkot Surabaya untuk membangun dan merawat taman serta ruang terbuka hijau tidak murah.

"Kursi besi mulai dipasang di taman-taman kota itu sejak 2016. Jumlahnya hingga kini sekitat 220 kursi. Satu kursi itu hampir Rp 3 juta, karena memang berat dia kan (bahan) dari macam krom baja," imbuhnya.

Bahkan tidak hanya kursi taman, DLH Sueabaya mencatat fasilitas umum lain juga kerap menjadi sasaran pencurian, seperti pot bunga, tanaman hias, hingga kabel lampu hias yang dipasang di taman-taman kota.

"Jadi kabel-kabel lampu lilit itu juga diambil. Lampu-lampu lilit itu kita pasang ada di Sungai Kalimas, taman-taman dan pohon-pohon. Dalam satu kali aksi, kabel yang dicuri juga bukan beberapa meter, tapi puluhan meter," ucap Fikser.

Ia menduga pencurian kabel dilakukan berkelompok. Sebab, pelaku mampu melepas kabel hingga puluhan meter dalam waktu singkat, sehingga dinilai membutuhkan keterampilan dan dilakukan lebih dari satu orang.

Fikser berharap warga Surabaya memiliki rasa peduli terhadap fasilitas kota. Dengan begitu, warga dapat bersama-sama menjaga aset publik dari aksi pencurian maupun aksi vandalisme yang meresahkan.

"Mari kita bersama-sama menjaga Kota Surabaya ini agar orang mau datang berlibur, berinvestasi di kota ini. Dan kembali lagi (hasilnya) buat kesejahteraan warga Surabaya," pungkas Fikser.

EDITOR: Sabik Aji Taufan