← Beranda
Meski Operasi SAR Ditutup, Manifes KMP Mutiara Sentosa II Belum Dibuka ke Publik
Novia HerawatiKamis, 6 Agustus 2026 | 13.45 WIB
Korban selamat insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II saat tiba di Terminal GSN, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8) kemarin. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Meski Basarnas resmi mengakhiri operasi SAR korban korban KMP Mutiara Sentosa II pada Selasa sore (4/8), manifes yang berisi data penumpang dan kru belum dibuka ke publik.

Hal tersebut menimbulkan tanda tanya mengenai alasan pemerintah dan perusahaan masih merahasiakan dokumen resmi tersebut, padahal proses evakuasi telah dinyatakan selesai.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana mengatakan dokumen manifes yang diterbitkan oleh operator kapal sebagai syarat penerbitan izin berlayar sudah dipegang oleh pihak-pihak terkait.

Baca Juga: Terindikasi Main Judol, 1,49 Juta Penerima Bansos Ditangguhkan Sementara

Namun, data tersebut belum dapat dibuka secara gamblang kepada publik. Suntana mengatakan manifes baru akan diungkapkan publik setelah serangkaian proses penyidikan dan investigasi telah tuntas.

"Memang belum di-publish, tetapi sudah ada manifest, jumlah orangnya sudah ada. Nanti akan diumumkan setelah penyidikan. Itu (manifes) kan jadi bahan penyidikan kita," ujarnya di Surabaya, Rabu (5/8).

Yang jelas hingga hari terakhir operasi pencarian, Selasa (4/8), sebanyak 238 korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Sumenep telah terevakuasi, dengan rincian 233 selamat dan 5 meninggal dunia.

Suntana menyebut jumlah korban yang telah terevakuasi sudah sesuai dengan data manifes yang dilaporkan KSOP, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) selaku perusahaan operasi kapal, dan keterangan nahkoda kapal.

Baca Juga: Punya Bakat Jadi Pengusaha! Ini 6 Shio yang Berpotensi Hidup Makmur

"Angka 238 sudah kita konfirmasi berdasarkan data pembelian tiket yang sudah dilaksanakan secara online oleh pihak perusahaan, jumlahnya 238 termasuk dari nakhoda (dan kru kapal lainnya)," imbuh Suntana.

Meski demikian, Suntana tak menampik adanya kemungkinan korban di luar data manifes. Karena itu, masyarakat yang belum menemukan keluarga atau kerabat diminta melapor ke posko pengaduan KSOP di Pelabuhan Tanjung Perak.

"Apabila ada laporan pengaduan, ada korbannya, masyarakat, saudaranya belum dapat, itu tetap melakukan pencarian. Nanti kita update kembali. Kami sedang konfirmasi ulang," pungkas Suntana.

Kronologi singkat

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya - Makassar, mengalami kecelakaan laut di Perairan Utara Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur pada Minggu pagi (2/8).

Laporan awal insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep, Madura, diterima Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya dari pihak Syahbandar Tanjung Perak dan PT ALP pada Minggu (2/8) pukul 08.24 WIB.

Sementara pihak perusahaan kapal mendapat info dari nahkoda bahwa kapal terbakar di ujung utara madura sekitar pukul 06.00 - 07.00 WIB dan setelahnya nahkoda tidak dapat dihubungi kembali.

Baca Juga: 6 Cara Efektif Mengatasi Bau Badan Secara Alami dan Praktis, Dijamin Lebih Segar

Pada hari ketiga pencarian, Selasa siang (4/8), Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 238 korban KMP Mutiara Sentosa II, dengan rincian, 233 korban selamat dan 5 korban meninggal dunia.

Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii mengatakan jumlah tersebut sudah sesuai dengan data manifes yang dilaporkan KSOP, perusahaan operasi kapal, dan keterangan nahkoda kapal.

"Karena itu, secara resmi saya sampaikan bahwa operasi SAR secara khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II secara resmi saya alihkan kepada operasi rutin oleh Kantor SAR Surabaya," tutur Syafii. 

EDITOR: Bintang Pradewo