JawaPos.com - Pemkot Surabaya meningkatkan sistem pengamanan di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, pascainsiden kebakaran yang membakar sekitar 900 meter persegi lahan pada Minggu (19/7).
Kepala DLH Kota Surabaya, M. Fikser mengungkapkan langkah antisipasi yang dilakukan, yakni menambah personel pengamanan dan menyiagakan armada pemadam kebakaran (Damkar) di sekitar akses Gelora Bung Tomo (GBT).
"Personel pengamanan akan kami tambah di luar area TPA. Ini sebagai langkah antisipasi apabila terdapat aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kawasan TPA," tuturnya, Kamis (23/7).
Baca Juga: Jangan Sepelekan, Ini 9 Perilaku yang Berpotensi Merenggangkan Hubungan
Fikser mengatakan evaluasi operasional TPA, sebenarnya telah rutin dilakukan setiap tiga bulan. Evaluasi mencakup aspek keamanan, volume sampah, hingga pelaksanaan standar operasional pengelolaan.
"Selama ini evaluasi rutin kami lakukan bersama PT Sumber Organik. Operasional TPA berjalan sesuai prosedur dan tidak ada kendala. Namun, kejadian kemarin menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengamanan agar risiko serupa dapat dicegah," imbuhnya.
Selain itu, DLH juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya untuk menambah armada yang disiagakan di sekitar akses keluar-masuk GBT dan TPA Benowo.
"Selama ini armada pemadam memang disiagakan ketika ada kegiatan di GBT. Ke depan, kami akan menambah armada, sehingga apabila terjadi kondisi darurat, penanganan bisa dilakukan lebih cepat," terang Fikser.
Mantan Kepala Satpol PP Surabaya tersebut memastikan operasional di TPA Benowo selama ini telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang disusun bersama antara Pemkot Surabaya dan PT Sumber Organik.
Setelah insiden kebakaran, Fikser juga menuturkan aktivitas pengangkutan sampah di Surabaya, dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju TPA Benowo kembali berjalan normal.
"Operasional TPA tetap berjalan sesuai SOP yang telah disepakati bersama. Yang kami perkuat setelah kejadian ini adalah sistem pengamanan dan koordinasi agar kejadian serupa tidak terulang," pungkas Fikser.
Kronologi singkat
Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, M Rokkhim mengatakan pihaknya menerima laporan warga terkait kebakaran di TPA Benowo pada Minggu (19/7) sekitar pukul 18.49 WIB.
Sebanyak 8 unit tempur, termasuk dari Pos Pakal dikerahkan untuk menangani peristiwa tersebut. Rokhim mengungkapkan kobaran api diduga berasal dari flare milik salah satu supporter tim sepak bola.
Baca Juga: Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, PN Jaktim Gugurkan Dakwaan soal Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Sebab pada Minggu sore (19/7), Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang lokasinya tidak jauh dari TPA Benowo menjadi lokasi pertandingan (laga) 99th Anniversary Game antara Persebaya melawan PSIS Semarang.
"Benar, terjadi kebakaran di TPA Benowo, tepatnya sisi selatan, Kecamatan Pakal. Objek yang terbakar ini tumpukan sampah, penyebab diduga flare suporter," ujar Rokhim dalam keterangannya kepada awak media.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran di TPA Benowo milik Pemkot Surabaya. Namun, kobaran api menghanguskan lahan seluas kurang lebih 900 meter persegi di Blok 1B. (*)