JawaPos.com - Komisi C DPRD Kota Surabaya menyoroti insiden kebakaran hebat yang melanda 900 meter persegi lahan di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya pada Minggu malam (19/7).
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Faris Abidin meminta pemerintah kota (pemkot) untuk mengevaluasi sistem pengawasan TPA Benowo. CCTV, penjagaan 24 jam, dan langkah pencegahan dinilai perlu diperkuat.
“Faktanya, kebakaran masih terjadi. Karena itu, Komisi C DPRD Surabaya meminta penjelasan (kepada Pemkot) terkait efektivitas sistem pengawasan yang selama ini diterapkan (di TPA Benowo)," tuturnya, Selasa (21/7).
Faris menilai insiden kebakaran tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan pihak pengelola TPA Benowo. Evaluasi tidak boleh berhenti hanya pada penanganan insiden kebakaran semata.
Apalagi, Pemkot Surabaya baru menyampaikan komitmennya kepada publik untuk memperketat pengawasan di TPA Benowo, melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) dan sistem penjagaan selama 24 jam.
"Bagaimana hasil investigasi penyebab kebakaran (di TPA Benowo), bagaimana langkah konkret untuk memperkuat sistem pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” sambungnya.
Selain pengawasan, Politikus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut juga meminta Pemkot Surabaya untuk mengevaluasi efektivitas sistem sanitary landfill dan fasilitas pengolahan sampah di TPA Benowo.
Fais juga mengingatkan Pemkot Surabaya untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi menjelang musim kemarau.
Mitigasi kebakaran, kepatuhan SOP keselamatan, dan manajemen risiko harus diperhatikan pemerintah.
"Kami masih menunggu hasil investigasi. Jangan sampai pengawasan yang telah diperketat hanya bersifat administratif, tetapi belum efektif dalam mencegah potensi kebakaran maupun risiko lainnya,” tegas Faris.
Meski demikian, ia mengapresiasi langkah sigap Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya dalam menangani insiden kebakaran, sehingga kobaran api tidak meluas dan nihil korban jiwa.
Kronologi singkat
Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, M Rokkhim mengatakan, pihaknya menerima laporan warga terkait kebakaran di TPA Benowo pada Minggu (19/7) sekitar pukul 18.49 WIB.
Sebanyak 8 unit tempur, termasuk dari Pos Pakal dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Rokhim mengungkapkan kobaran api diduga berasal dari flare milik salah satu supporter tim sepak bola.
Sebab pada Minggu sore (19/7), Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang lokasinya tidak jauh dari TPA Benowo menjadi lokasi pertandingan (laga) 99th Anniversary Game antara Persebaya melawan PSIS Semarang.
"Benar, terjadi kebakaran di TPA Benowo, tepatnya sisi selatan, Kecamatan Pakal. Objek yang terbakar ini tumpukan sampah, penyebab diduga flare suporter," ujar Rokhim dalam keterangannya kepada awak media.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran di TPA Benowo milik Pemkot Surabaya. Namun, kobaran api menghanguskan lahan seluas kurang lebih 900 meter persegi di Blok 1B. (*)