JawaPos.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Billy Daniel Messakh mengungkap kondisi terkini dua korban yang mengalami patah tulang dalam insiden kericuhan di konser Denny Caknan pada Minggu malam (5/7).
Dua korban tersebut, yakni seorang anggota Babinsa (TNI) berinisial S, 42 tahun, dan seorang personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya berinisial F, 47 tahun. Keduanya warga Kota Pahlawan.
"Mereka ini bertugas mengamankan acara. Jadi semalam di sana (lokasi konser) itu ada Polisi, TNI, Satpol PP, Damkar, banyak. Kalau di liat dari video yang beredar juga wah banyak banget penontonnya," ujarnya, Senin (6/7).
Sebagai informasi, konser Denny Caknan merupakan bagian dari Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC) di kawasan eks THR, Minggu (5/7), yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, kericuhan bermula saat pintu pagar area konser ditutup oleh panitia sekitar pukul 19.00 WIB. Namun di area luar, penonton membludak dan masih banyak yang belum bisa masuk.
Ribuan penonton berdesakan di area pintu masuk vanue konser Denny Caknan. Situasi semakin tidak terkendali ketika penonton di barisan depan saling dorong hingga pagar pembatas ambruk dan melukai sejumlah orang.
Dokter Billy menyebut total ada 10 orang yang mendapat penanganan di RSUD Soewandhie. 8 korban telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan, sedangkan 2 orang direncanakan menjalani operasi.
"Ada yang terinjak-injak perutnya, pahanya, yang dua korban masih dirawat ini mengalami patah tulang karena menahan pagar (yang didorong oleh ribuan penonton yang memaksa masuk)," imbuhnya.
Dua Korban Patah Tulang dan Dijadwalkan Jalani Operasi
Dokter Billy menjelaskan korban berinisial S, anggota Babinsa mengalami patah tulang paha kiri bagian atas dan dijadwalkan menjalani operasi.
Sementara itu, korban berinisial F, personel DPKP Surabaya juga mengalami patah tulang di bagian leher. Keduanya kini dirawat di ruang ICU RSUD Dr. Soewandhie, sebelum menjalani tindakan operasi.
Tim medis RSUD Dr. Soewandhie juga masih melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk MRI terhadap korban S dan F, untuk memastikan tingkat keparahan cedera.
"Yang Pak Tentara itu harus dioperasi. Yang Pak Damkar juga harus operasi, tetapi masih pemeriksaan MRI dulu untuk didiagnosis sejauh mana patahnya," terang mantan Dirut RSUD Dr Soewandhie tersebut.
Dinkes Surabaya Siagakan 2 Tim Kesehatan dan 4 Ambulans
Sebanyak dua tim tenaga kesehatan dari puskesmas, dua tim medis dari Kepolisian, serta empat unit ambulans, disiagakan di lokasi konser Denny Caknan.
"Mendapat informasi terjadi kericuhan, kita gerakkan lima tim tenaga kesehatan lagi dari luar ke sana. Yang banyak bantu ya lima tim ini, karena mereka kan (di luar venue konser) tidak terjebak," ujar Billy.
Baca Juga: Kesepian Berakhir Bagi 3 Shio Ini Mulai Sekarang Hingga 12 Juli
Oorban yang mengalami kondisi lebih serius langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Soewandhi, sementara penonton yang hanya mengalami keluhan ringan mendapat pertolongan pertama di pos kesehatan di lokasi.
Menurut Billy, jumlah penonton yang sempat mendapatkan penanganan di pos kesehatan tidak mencapai ratusan. Mayoritas korban hanya syok dan mengalami luka ringan, sehingga tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.
"Kan ada tenda sama tempat tidur. Kita tidurkan dulu di situ. Kalau nggak perlu perawatan, kasih minum air teh, selesai, pulang. Tetapi begitu lihat agak parah, dia butuh diagnosis, bawa semua ke sini (RSUD Dr Soewandhie)," pungkas Billy. (*)