← Beranda
Penemuan Jenazah ASN Bangkalan dalam Mobil di Bandara Juanda, Diduga Sudah Meninggal 2-3 Hari
Novia HerawatiSabtu, 27 Juni 2026 | 13.08 WIB
ASN di Pemkab Bangkalan yang ditemukan tewas dalam mobil di Bandara Juanda diduga sudah meninggal 2-3 hari. (Humas Basarnas Surabaya)

JawaPos.com - Kasus kematian ASN Pemkab Bangkalan dalam mobil di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda masih berlanjut. Korban diduga sudah meninggal 2-3 hari sebelum ditemukan pada Rabu (24/6).

Korban bernama Ruly Yunis Setiawati, perempuan, 50 tahun, warga Desa Mlajah. Ia diketahui menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan.

Katim Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, menyampaikan berdasarkan hasil autopsi sementara korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari dua hari. 

"Berdasarkan kondisi jenazah dan tingkat pembusukan, perkiraan kami korban telah meninggal lebih dari dua kali 24 jam atau sekitar 2 - 3 hari sebelum ditemukan," ujarnya, dikutip dari Jawa Pos Radar Sidoarjo, Jumat (26/6).

Terkait desas-desus yang beredar bahwa korban sedang hamil lantaran ditemukan dalam kondisi membengkak, AKBP Made menampiknya. Ia menyebut dari hasil pemeriksaan swab vagina tidak ditemukan adanya sperma.

Baca Juga: ASN Bangkalan yang Ditemukan Tewas dalam Mobil di Bandara Juanda Diduga Mati Lemas

Lebih lanjut, berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tim dokter forensik RS Bhayangkara Pusdik Sabhara menemukan luka robek pada cuping telinga kiri korban akibat kekerasan benda tumpul.

Selain luka tersebut, tim forensik menemukan pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata dan kebiruan pada bibir. AKBP Made menyebut tanda-tanda ini lazim ditemukan pada kasus asfiksia.

"Pada pemeriksaan dalam, lidah, epiglotis, dinding lambung, dan saluran napas atas tampak berwarna merah kehitaman. Selain itu ditemukan tanda-tanda pembusukan pada seluruh organ tubuh," imbuhnya.

Meski ditemukan luka akibat benda tumpul di telinga korban, tim forensik belum memastikan hubungannya dengan penyebab kematian. Kepastian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik Polda Jawa Timur.

Kronologi singkat

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang driver taksi online, Rabu siang (24/6). Kecurigaan muncul setelah ia mencium bau menyengat dan mencurigai tetesan cairan dari dalam mobil Toyota Kijang Innova.

Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, mobil dengan nopol M 1090 GP masuk ke area parkir Terminal 1 Bandara Juanda sejak Sabtu sore (20/6). Mobil itu tak pernah keluar hingga jasad perempuan ditemukan.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan proses evakuasi jasad perempuan yang ditemukan di dalam mobil Innova area parkir T1 Bandara Juanda berlangsung dramatis.

Untuk mengevakuasi korban, tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya terpaksa memecahkan kaca mobil. Ini dilakukan agar bisa membuka akses dan evakuasi jasad korban yang sudah membengkak.

"Dengan peralatan vehicle accident rescue (VAR) tim rescue berangkat ke Bandara Juanda. Jenazah perempuan yang ditemukan kemudian kami evakuasi dari bangku penumpang bagian depan," tutur Nanang di lokasi.

Korban berhasil dievakuasi dari dalam mobil sekitar pukul 14.15 WIB. Setelah itu, jenazah diserahkan ke pihak kepolisian dan dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

EDITOR: Edy Pramana