← Beranda
Tragis! Kebakaran Rumah 2 Lantai di Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun 
Novia HerawatiSelasa, 23 Juni 2026 | 07.29 WIB
Petugas Damkar berjibaku memadamkan kobaran api yang menghanguskan rumah 2 lantai di Patemon, Surabaya. Insiden ini menewaskan balita 4 tahun. (Dokumentasi DPKP Surabaya)

 

 

 

JawaPos.com - Seorang balita berusia 4 tahun di Surabaya tewas dalam insiden kebakaran hebat yang menghanguskan rumah dua lantai di Jalan Petemon Timur No.50, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Senin (22/6).

Korban berinsial KKS, 4 tahun, perempuan. Insiden tragis tersebut dikonfirmasi Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim. 

"Kami menerima laporan adanya insiden kebakaran rumah di Patemon dari warga pada pukul 14.17 WIB. Usai menerima laporan, petugas dari Unit Tempur Pos Grudo langsung meluncur ke TKP," ucapnya, Senin (22/6).

Tak sampai 10 menit, petugas tiba di lokasi pukul 14.22 WIB. Petugas berjibaku memadamkan kobaran si jago merah yang melahap bangunan dua lantai tersebut. Api pokok berhasil dipadamkan pukul 14.35 WIB. 

"Pembasahan selesai dan dinyatakan kondusif pukul 16.15 WIB. Ketika petugas tiba di TKK kondisi api sudah besar, yang terbakar hanya di lantai 2. Penyebab kebakaran belum diketahui pasti," imbuhnya.

Rokhim menuturkan pihaknya mengerahkan 10 unit tempur dan 5 unit rescue untuk menangani insiden kebakaran ini, di antaranya 2 Unit Tempur Pos Grudo, 2 Unit Tempur Pos Pakis TVRI. 

Kemudian 1 Unit Tempur Poskotis Joyoboyo, 2 Unit Tempur Rayon 1 Pasar Turi, 1 Unit Tempur Rayon 5 Margomulyo, 1 Unit Tempur Rayon 4 Wiyung, 1 Unit Tempur Pos Menur, dan 5 Unit Rescue. 

"Akses gang yang kecil dengan lebar kurang lebih 1,5 meter menjadi tantangan bagi petugas. Bahkan, jarak dari kendaraan unit tempur ke tempat kejadian, yakni rumah yang terbakar itu sejauh kurang lebih 50 meter," terang Rokhim.

Saat insiden kebakaran, ada dua orang yang berada di lantai 2 rumah tersebut, yakni korban dan kakak korban. Beruntung, kakak korban berinsial AAS, laki-laki, 11 tahun, berhasil menyelamatkan diri. 

"Untuk korban ada 2 orang kakak beradik, untuk kakak berhasil keluar dengan memecahkan kaca jendela dan melompat keluar. Dia mengalami lecet, syok dan sudah mendapat penangan di tempat dari pihak Puskesmas," ujarnya. 

Baca Juga: Warga Surabaya Tak Perlu Khawatir, Stok Daging Tetap Aman meski RPH Pindah Lokasi

Sementara sang adik yang masih berusia 4 tahun terjebak di lantai 2. Atas insiden tersebut, kobaran api dan kepulan asap hitam pekat tidak hanya menghanguskan rumah, tetapi juga merenggut nyawa seorang balita. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan