JawaPos.com - Pemindahan operasional Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke kawasan Tambak Osowilangan per 1 Juni 2026, sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait pasokan daging.
Namun, Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho memastikan perpindahan lokasi pemotongan ke Tambak Osowilangun tidak memengaruhi distribusi dan ketersediaan daging di Kota Pahlawan.
"Berpindahnya tempat pemotongan dari Pegirian ke Tambak Osowilangun adalah hal yang lumrah. Karena sebenarnya ketika tempat pemotongan ini berpindah, pasar dagingnya tetap ada," ujar Fajar, Senin (22/6).
Pasar Daging Arimbi sebagai sentra perdagangan daging juga tetap beroperasi di lokasi lama, yakni Jalan Arimbi, Pegirian, sehingga aktivitas perdagangan daging tetap berjalan normal.
Fajar menebasman bahwa meski pindah ke Tambak Osowilangun, seluruh hasil pemotongan dari RPH baru tetap disalurkan ke Pasar Daging Arimbi dan pasar-pasar tradisional lainnya di Kota Surabaya.
"Ketersediaan daging di Surabaya cukup, tidak ada masalah dengan perpindahan RPH. Kami pastikan masyarakat mendapatkan daging terbaik, aman, sehat dan halal, di semua pasar tradisional dan Pasar Arimbi,” imbuhnya.
Hingga saat ini distribusi daging dari RPH Tambak Osowilangun berjalan lancar. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan maupun kualitas daging yang beredar di pasaran.
Baca Juga: Jadi Biang Kerok Banjir Surabaya, 39 Bangunan Liar di Tambak Mayor Akhirnya Dibongkar
"Masyarakat tidak perlu khawatir ketersediaan daging di Surabaya cukup. Tidak ada masalah dengan perpindahan (RPH) Tambak Osowilangun, karena pelayanan kami kepada masyarakat tidak berkurang," pungkas Fajar. (*)