JawaPos.com - Sebuah insiden yang melibatkan ambulans relawan terjadi di Kota Surabaya pada dini hari. Ambulans BDRT (Bonek Disaster Response Team) yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan mengantar jenazah dilaporkan mengalami penghadangan, intimidasi, hingga kerusakan kendaraan yang diduga dilakukan sejumlah oknum.
Peristiwa tersebut terjadi saat tim Ambulans BDRT 27 merespons permintaan bantuan warga untuk melakukan penjemputan jenazah dari wilayah Sambiarum, Kelurahan Sambikerep, menuju rumah duka di kawasan Manukan Tohirin, Kelurahan Manukan Kulon.
Berdasar keterangan yang disampaikan pihak BDRT, tim berangkat sekitar pukul 00.15 WIB. Dalam perjalanan menuju lokasi, kondisi lalu lintas cukup padat karena ribuan suporter yang sedang melakukan konvoi di sejumlah ruas jalan Kota Surabaya.
Baca Juga: Berkas kasus SK Palsu di Pemkab GresikDiserahkan ke Kejaksaan
Meski demikian, perjalanan ambulans sempat mendapat bantuan dari sejumlah Bonek yang berada di jalur konvoi. Mereka membantu membuka akses jalan agar kendaraan yang membawa misi kemanusiaan tersebut dapat melintas lebih cepat menuju lokasi tujuan.
Namun situasi berubah ketika ambulans melintas di kawasan Jalan Diponegoro. Di lokasi tersebut, tim ambulans mengaku dihadang sekelompok orang di tengah jalan.
Tidak hanya menghadang laju kendaraan, sejumlah oknum tersebut juga diduga melakukan tindakan intimidatif kepada pengemudi dan kru ambulans yang sedang bertugas. Kondisi itu membuat perjalanan ambulans sempat terhambat.
Baca Juga: Balon Udara Bawa Petasan Meledak Makan Korban, Polisi Masih Dalami Kejadian
Insiden kemudian berlanjut dengan adanya dugaan perusakan terhadap kendaraan ambulans. Berdasar laporan yang diterima, spion sebelah kiri mengalami kerusakan, sementara bagian bamper depan juga mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.
Peristiwa ini menuai perhatian karena ambulans saat itu sedang menjalankan tugas sosial untuk membantu proses pengantaran jenazah. Banyak pihak menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum yang terlibat dalam insiden tersebut.
Sejumlah anggota dan pendukung Bonek turut mengecam kejadian tersebut. Mereka menilai tindakan yang mengganggu kendaraan darurat, terlebih yang sedang membawa misi kemanusiaan, tidak mencerminkan semangat solidaritas yang selama ini dijunjung oleh komunitas suporter Persebaya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai identitas para pelaku maupun langkah hukum yang akan ditempuh terkait peristiwa tersebut.
Namun, berbagai pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama ketika kendaraan darurat sedang menjalankan tugas yang berkaitan dengan keselamatan dan pelayanan kemanusiaan.
Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ambulans dan kendaraan darurat memiliki prioritas di jalan raya. Dukungan masyarakat untuk memberikan akses dan menjaga kelancaran perjalanan kendaraan darurat menjadi hal penting agar tugas kemanusiaan dapat berjalan dengan aman dan tanpa hambatan.