JawaPos.com - Gelombang unjuk rasa mahasiswa yang menolak kebijakan pemerintah yang dinilai konsumtif dan tidak berpihak pada rakyat kini meluas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Surabaya.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya pada Rabu (17/6) besok.
"Kami sudah melakukan konsolidasi akbar Unair. Insya Allah kami akan aksi tanggal 17 Juni 2026 di Gedung Grahadi," ujar Presiden BEM Unair M. Rizqi Senja Virawan, ketika dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (16/6).
Aksi bertajuk "Cegah Indonesia Semakin Suram" ini menjadi wadah bagi mahasiswa menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Yang pasti kami akan memasukkan Hentikan Program MBG (Makan Bergizi Gratis), hentikan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), cabut UU Polri dan UU TNI (ke dalam daftar tuntutan)," imbuhnya.
Ketika ditanya mengenai jumlah massa yang ikut dalam aksi tersebut, Senja mengatakan pihaknya belum bisa memprediksi. Yang jelas, BEM Unair mempersilakan semua elemen masyarakat bergabung.
"(Jumlah massa) masih belum pasti kak, hanya saja kami dari BEM Unair akan menginisiasi aksi demonstrasi, kami juga membebaskan semua elemen untuk bergabung dalam aksi di Grahadi besok," tutur Senja.
Kelompok Sipil Suarakan Keluh Kesah di Aksi Kamisan Surabaya
Sebelum mahasiswa menggelar aksi demonstrasi besok, ratusan masyarakat sipil sudah lebih dulu menyuarakan kekecewaan atas kondisi ekonomi Indonesia dalam Aksi Kamisan, Senin (15/6).
Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya mengatakan aksi hari ini merupakan respons kekecewaan masyarakat atas memburuknya stabilitas ekonomi di Indonesia.
"Kondisi stabilitas ekonomi kita hari ini kian mencemaskan, di mana angka rupiah mendekati angka Rp 18 ribu. Bahkan prediksi dari ekonom (nilai tukar rupiah) bisa sampai angka Rp 22 ribu," imbuhnya.
Ada 8 tuntutan yang dibawa massa dalam Aksi Kamisan Surabaya. Di antaranya massa menuntut pemerintah mencabut UU Polri 2026 dan mencabut UU TNI 2025.
Tuntutan selanjutnya: kembalikan militer ke barak, hentikan program MBG, hentikan program Koperasi Desa Merah Putih, turunkan harga BBM, stabilkan nilai rupiah, hentikan eksploitasi alam. (*)