JawaPos.com - Seorang pelatih menembak di Kota Surabaya berinisial JL, laki-laki, dilaporkan ke polisi setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap atletnya sendiri yang masih berusia 15 tahun.
Laporan tersebut dibuat oleh pihak keluarga korban, tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/ B/ 1213/ VI/ 2026/ SPKT/ POLRESTABES SURABAYA/ POLDA JAWA TIMUR pada Selasa, 9 Juni 2026.
"Sudah ada LP, kami kemarin melaporkan ke Polrestabes. Kami memohon kepada kepolisian untuk mengusut urusan ini secara cepat dan juga tuntas," ujar ayah korban, Jefry Prawitama Fauzy kepada awak media, Kamis (11/6).
Kasus ini mencuat setelah akun Instagram @viralforjusticecom, mengunggah pengakuan korban lewat tulisan tangan. Dugaan pelecehan seksual ini terjadi dalam sebuah klub menembah di bawah naungan Perbakin.
Berdasarkan kronologi yang ditulis korban dalam secarik kertas, pelatih mulanya menggunakan dalih hukuman fisik saat korban melakukan kesalahan, seperti magazine jatuh, sasaran tidak tepat, dan sebagainya.
Namun lambat laut, hukuman tersebut berujung pada tindakan tidak senonoh. Pertama kali, korban menerapkan hukuman gelitik (sentuhan ke tubuh tertentu untuk menimbulkan rasa geli atau tawa).
"Awalnya itu dihukum gelitik, dan lambat laun, hukuman gelitik itu menjadi kebiasaan dan merambah ke pegang-pegang. Anak saya juga bilang pernah dipaksa masuk mobil dan dipegang-pegang dadanya," imbuhnya geram.
Ayah korban menyebut dugaan pelecehan seksual yang dialami anaknya terjadi selama satu bulan, yakni sejak Februari hingga Maret 2026. Selama periode tersebut, tindakan disebut berlangsung sebanyak enam kali.
"Sekarang anak saya nggak mau lagi ikut latihan, sudah trauma. Yang biasanya merawat, ngelap-lap, sekarang nggak mau lagi megang (pistolnya), karena di situ awal kehancuran anak saya," ucap Jefry menahan tangis.
Ia berharap kepolisian dapat mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa anaknya. Selain itu, terduga pelaku bisa segera ditangkap dan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.
Terpisah, Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari membenarkan bahwa kepolisian telah menerima laporan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pelatih terhadap atlet menembak.
Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. "Benar, proses (penyelidikan) nggih, mbak," ujar AKBP Melatisari, ketika dikonfirmasi JawaPos.com, Kamis (11/6).