JawaPos.com - Digitalisasi Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) mulai diuji coba Pemkot Surabaya. Warga yang merasa berhak menerima program bantuan sosial (bansos) kini bisa mendaftar secara mandiri.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, Eddy Christijanto menyebut digitalisasi Perlinsos menjadi upaya pemerintah untuk mewujudkan penyaluran bansos yang lebih akurat dan transparan.
"Dengan adanya uji coba terkait dengan Digitalisasi Perlinsos, saya mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan penertiban data. Utamanya data subjektif," tutur Eddy di Surabaya, Minggu (7/6).
Data kependudukan dan kepemilikan aset menjadi salah satu penilaian penting dalam penyaluran bansos. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan kepemilikan aset sesuai kondisi riil di lapangan.
"Kalau data objektif, seperti saya statusnya ASN pasti saya nggak bisa mengubah. Tetapi data subjektif itu seperti saya punya tanah dan sudah saya jual. Nah, ini segera dilakukan laporan balik nama kepada pembeli," imbuhnya.
Menurut Eddy, keterlambatan melakukan balik nama aset berpotensi memengaruhi hasil verifikasi dalam sistem Perlinsos Digital. Sebab, kata dia, aset tersebut masih tercatat atas nama pemilik lama.
"Misal punya rumah atau mobil, tetapi sudah dijual, itu segera (dilaporkan). Karena itu termasuk data subjektif yang bisa kita tertibkan, sehingga ketika warga nanti daftar Perlinsos, data (aset) itu sudah hilang," terang Eddy.
Saat ini, Pemkot Surabaya mulai melakukan tahapan uji coba Perlinsos Digital yang berlangsung selama Juni - Juli 2026. Implementasi program secara penuh dijadwalkan pada Agustus - September 2026.
"Jadi kepada warga Kota Surabaya, kita bulan Juni sama Juli ini pre-launching terkait dengan uji coba Digitalisasi Perlinsos. Dan nanti pelaksanaannya, insyaallah Agustus sama September," pungkas Eddy.
Perlinsos Digital juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang merasa layak menerima bantuan sosial, namun belum masuk dalam basis data untuk melakukan pendaftaran secara mandiri.
Baca Juga: Gara-Gara Memakai Sandal Milik Terduga Pelaku, Remaja 19 Tahun di Surabaya Tewas Dikeroyok
"Keakuratan data itu faktor penting. Bagi warga yang merasa tadi, exclusion error, merasa yang seharusnya saya itu berhak, tetapi tidak masuk data bansos, silakan nanti mendaftarkan secara mandiri," pungkasnya. (*)