JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melakukan pengawasan ketat terkait distribusi daging kurban selama momen Idul Adha 2026.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong (antemortem) hingga pemeriksaan organ dan karkas setelah pemotongan (postmortem).
Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap ribuan hewan kurban, petugas menemukan sejumlah kasus cacing hati dan satu kasus cacing pita (cacing nasi).
"Pengawasan kami mencakup 31 kecamatan dengan total 296 lokasi pemotongan kurban. Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan sekitar 20 lokasi dengan kasus cacing hati dan satu lokasi yang ditemukan cacing pita," ujarnya, Senin (1/6).
Kendati demikian, DKPP Surabaya memastikan seluruh organ daging kurban yang terindikasi dan terinfeksi cacing, tidak didistribusikan kepada masyarakat dan langsung diafkirkan atau disingkirkan di lokasi.
Baca Juga: Viral! Tagihan Listrik Naik hingga 50 Persen Bikin Warganet Heboh, Cek Faktanya
"Seluruh organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak didistribusikan kepada masyarakat, sehingga tidak beredar untuk dikonsumsi. Jadi daging yang beredar pas Idul adha itu aman dikonsumsi," imbuh Nanik.
Sebelumnya saat melakukan pemeriksaan hewan di lapak pedagang, petugas juga menemukan 1 ekor sapi yang terindikasi skabies. Hewan tersebut segera diisolasi untuk mencegah risiko penyebaran penyakit.
"Kasus yang kami temukan sebagian besar dapat ditangani di lapangan. Untuk hewan yang mengalami kelelahan karena perjalanan jauh, petugas memberikan vitamin agar kondisinya tetap terjaga," terangnya.
Selama pengawasan Iduladha 2026, petugas DKPP Surabaya melakukan pemeriksaan setelah pemotongan (postmortem) terhadap 7.028 hewan kurban, terdiri atas 2.123 sapi, 4.772 kambing, dan 133 domba.
Nanik menegaskan pengawasan menyeluruh dari hulu (lapak penjualan) hingga hilir (didistribusikan ke masyarakat), penting untuk menjamin keamanan daging kurban yang diterima publik.
“Upaya itu menjadi bagian dari langkah pemkot untuk memastikan pelaksanaan kurban tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghasilkan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” pungkas Nanik.