JawaPos.com - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji buka suara tentang fenomena teror pocong, sosok hantu berbungkus kain putih, yang ramai diperbincangkan dan menimbulkan ketakutan kolektif di masyarakat.
Dari penelusuran JawaPos.com, teror pocong muncul sejak awal Mei 2026 di Jabodetabek, lalu menyebar ke berbagai daerah lain, termasuk Jawa Timur, seperti Kediri, Nganjuk, Lamongan, Malang, hingga terbaru di Probolinggo.
Narasi yang beredar bahwa hantu pocong berkeliaran malam hari di gang-gang permukiman hingga mengetuk rumah-rumah warga sambil membawa senjata tajam, menambah kehebohan.
Baca Juga: Bawa Hoki atau Sial? Ini Efek Mengejutkan Warna Mobil Anda Menurut Feng Shui
"Lak, onok pocong tak parani temen, Rek. Apik iki tambahan, cek viral (kalau ada teror pocong saya langsung datangi beneran, Rek. Bagus malahan, biar viral)," ujar Armuji usai memimpin upacara HJKS di Balai Kota, Senin (31/5).
Baru-baru ini, masyarakat Mulyorejo, Surabaya, sempat dihebohkan dengan sebuah foto yang menunjukkan sosok pocong berdiri di tengah perkampungan warga. Mukanya hitam dan sorot matanya tegas.
Pesan berantai pun langsung menyebar dengan cepat, seperti ini bunyinya:
Bu RT info aja, di mulyorejo utara sudah mulai ada pocong jadi-jadian bawah celurit, ini sudah ada kejadian di mulyorejo utara
Alamat area kejadian
Jl. Mulyorejo Utara No.172, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur 60115
Cuman menghimbau warga saja apa bila ada yang ketuk pintu di atas jam 12 malam sebaiknya jangan di buka pintu, soalnya berbahaya takutnya membawa senjata tajam
Semoga bermanfaat infonya terimakasih.
Namun setelah ditelusuri oleh awak media ke lapangan, foto pocong jadi-jadian tersebut ternyata ulah seorang remaja berinisial U. Ia memanfaatkan teknologi AI untuk menciptakan foto mengerikan itu.
Menanggapi hal ini, Armuji mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kabar burung yang beredar. Ia menilai apabila video teror pocong hanyalah rekayasa AI, sebaiknya tidak diperbesar di media sosial lagi.
“Tetapi, pocong-pocong iku bener apa nggak. Teknologi itu jangan sampai menipu kita dan akhirnya terjebak dengan narasi itu. Apalagi kalau ternyata hoaks, jadi nggak perlu lah kita tanggapi secara serius,” kelakar Armuji.
Oleh karena itu, warga Surabaya diimbau untuk tidak panik berlebihan dalam menanggapi isu teror pocong yang belakangan ramai. Politikus yang akrab disapa Cak Ji tersebut memastikan Surabaya kondusif dan tidak ada teror tersebut.
“Nggak ada (teror) pocong. Kalau ada, karo wong-wong iso diparani temen, dilebokno botol kok poconge (sama orang-orang bisa didatangi beneran, dimasukkan ke botol pocongnya,” tukas Cak Ji mengundang gelak tawa wartawan.