← Beranda
Pemprov Jatim Kucurkan Bansos Rp 1,8 Miliar di Kediri, Buruh Rokok hingga Disabilitas Kebagian
Novia HerawatiSenin, 25 Mei 2026 | 13.10 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan bantuan sosial Rp 1,8 miliar ke masyarakat Kota Kediri. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengucurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp 1,819 miliar untuk masyarakat Kota Kediri, termasuk menyasar buruh rokok dan disabilitas.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan penyaluran bantuan sosial ini adalah bentuk kepedulian pemerintah bagi masyarakat ekonomi rentan. Ia memastikan penyaluran bansos dilakukan tepat sasaran 

"Hari ini, penyaluran bansos senilai Rp 1,8 miliar adalah bagian komitmen Pemprov Jawa Timur memperkuat perlindungan sosial, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan,” ujarnya, Minggu (24/5). 

Menurut Khofifah, program bansos merupakan implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Sejahtera yang menjadi pijakan dalam mewujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045. 

Baca Juga: Kabar Baik! Pemprov Jatim Buka Formasi ASN Guru 2026, Gantikan yang Pensiun

Selain itu bansos juga menjadi upaya memastikan tidak ada warga yang tertinggal. “Tentu kami berikhtiar untuk terus menghadirkan kesejahteraan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi masyarakat Jatim," tambahnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial melalui perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu.

“Sebagai prioritas utama, kami terus mendorong percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial lewat perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu,” tegas Khofifah.

Tak hanya itu, ia juga menekankan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diharapkan mampu memberikan efek pengungkit (multiplier effect) terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.

“Saya selalu sampaikan ke panjenengan semua supaya menggunakan bantuan ini selain memenuhi kebutuhan dasar, juga untuk meningkatkan kemandirian dan menumbuhkan semangat kewirausahaan,” serunya.

Adapun total bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di Kota Kediri mencapai Rp 1,794 miliar, dengan rincian PKH Plus untuk 485 keluarga, masing-masing Rp 2 juta per tahun.

Selanjutnya, BLT DBHCHT bagi 265 buruh pabrik rokok, masing-masing Rp 1 juta per tahun. Ada juga bantuan kemiskinan ekstrem untuk 125 penerima, masing-masing Rp 1,5 juta per tahun. 

Kemudian bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas (ASPD) untuk 55 penerima, masing-masing Rp 3,6 juta per tahun, KIP PPKS Jawara untuk 24 penerima, masing-masing Rp 3 juta per tahun. 

Serta bantuan operasional dan tali asih bagi 48 pilar sosial, meliputi SDM PKH (Program Keluarga Harapan) Plus, pendamping disabilitas, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), dan Tagana.

“Dengan semangat gotong royong, saya optimistis perlindungan sosial di Jawa Timur akan semakin responsif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra