JawaPos.com - Pemkot Surabaya kembali menggelar Surabaya Vaganza 2026 pada Sabtu (16/6). Mengusung konsep Festival of Lights, parade tahunan ini disebut lebih megah dengan mobil hias dan petunjukan cahaya spektakuler.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi mengatakan Surabaya Vaganza tahun ini digelar malam mulai pukul 18.00 WIB.
Rute parade dimulai dari Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan, melintasi Jalan Tunjungan, kawasan Siola, Gedung Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Alun-Alun Balai Pemuda, dan berakhir di Monumen Bambu Runcing.
“Surabaya Vaganza tahun ini kami kemas lebih meriah dan modern. Tidak hanya parade mobil hias bunga, tetapi juga ada visualisasi lampu warna-warni, kostum bercahaya, sehingga lebih spektakuler," tuturnya, Jumat (15/5).
Menurut Herry, konsep Festival of Lights: Garden of Hope membuat Surabaya Vaganza tampil lebih memikat. Seluruh elemen parade dikemas tematik dan instagramable untuk menghadirkan wisata malam yang atraktif serta fotogenik.
“Selling point tahun ini adalah light performance, kendaraan hias bercahaya, kostum tematik, hingga tampilan visual di gedung-gedung sepanjang rute parade, jadi sangat cocok menjadi destinasi wisata malam," imbuh Herry.
Tak hanya menghadirkan hiburan, Surabaya Vaganza juga membawa dampak ekonomi besar bagi Kota Pahlawan. Penyelenggaraan tahun lalu, event ini menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp 2,1 miliar dari berbagai sektor.
Mulai dari UMKM, kuliner, hotel, transportasi, ekonomi kreatif, hingga event production. Oleh karenanya, Pemkot kembali menggelar Surabaya Vaganza, dengan menggandeng berbagai pihak untuk memaksimalkan kunjungan wisatawan.
"Mulai dari kerja sama dengan hotel dan travel agent, promo transportasi online, kolaborasi promosi digital bersama influencer, hingga penyediaan tenant kuliner dan produk UMKM di sejumlah titik acara,” bebernya.
Sebagai informasi, Surabaya Vaganza merupakan parade tahunan yang rutin digelar sejak 2004 setiap bulan Mei. Event ini juga masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.
Bahkan, event tersebut telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dan diposisikan sebagai atraksi urban tourism yang menampilkan wajah modern Surabaya melalui parade malam hari di ruang publik.
“Kalau banyak event lain mengangkat budaya tradisional atau wisata alam, Surabaya menghadirkan konsep wisata urban modern melalui parade cahaya dan pertunjukan malam hari lewat Surabaya Vaganza," tutur Herry.
Terkait rute, Herry menyebut parade melintasi kawasan heritage hingga Jalan Tunjungan ini dirancang untuk memperkuat citra Surabaya sebagai destinasi wisata urban bernuansa sejarah, budaya, dan atmosfer modern.
“Rute ini bukan sekadar jalur parade, tetapi etalase kota yang menampilkan wajah terbaik Surabaya. Kami mengajak masyarakat maupun wisatawan luar daerah untuk hadir meramaikan Surabaya Vaganza 2026,” pungkasnya.