JawaPos.com - Tiga petugas keamanan RSUD Dr. Soetomo Surabaya mengalami sesak napas saat membantu proses evakuasi pasien dalam insiden kebakaran Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT), Jumat pagi (15/5).
"Tiga petugas evakuator dari keamanan rumah sakit mengalami sesak napas saat membantu proses evakuasi pasien," ujar Kabid Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti kepada awak media.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, membenarkan adanya petugas keamanan yang mengalami sesak napas ketika membantu menyelamatkan pasien di lantai 5 Gedung PPJT.
Namun seluruhnya dipastikan telah mendapat penanganan medis dan kondisi terkendali.
“Alhamdulillah sudah ditangani. Jadi (mengalami) sesak napas. Mereka sudah menggunakan alat, tetapi kan menerobos (di area beresiko) dan seterusnya," ujar Prof. Cita dalam konferensi pers, Jumat (15/5).
Ia menyebut seluruh pasien di sekitar lokasi kebakaran berhasil dievakuasi dengan cepat. Dalam waktu sekitar satu jam, area kejadian dikosongkan karena kondisi dinilai masih berbahaya, termasuk bagi tenaga medis.
“Semua sudah dievakuasi semua. Sejak satu jam setelah itu semuanya sudah (dievakuasi), karena di sana masih cukup riskan untuk dimasuki oleh petugas-petugas kami sendiri,” lanjutnya.
Meski demikian, tidak ada pasien yang mengalami luka bakar atau cedera berat dalam insiden kebakaran. Pasien yang bergantung pada ventilator juga tetap mendapat dukungan alat medis selama proses evakuasi berlangsung.
“Tidak ada luka bakar, tidak ada apa-apa, karena semua yang pakai ventilator tetap sama, mesinnya diturunkan, petugas memang ada yang terdampak, tetapi alhamdulillah sudah teratasi," pungkas Prof. Cita.
Kronologi singkat
Kebakaran hebat melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, Kota Surabaya pada Jumat pagi (15/5).
Dugaan sementara karena korsleting listrik. Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti mengatakan Command Center 112 menerima informasi terjadinya kebakaran pada Jumat (15/5) sekitar pukul 06.33 WIB.
Ia mengatakan api berasal dari Ruangan Farmasi Gedung PPJT di lantai 5. Kepulan asap pekat membumbung tinggi dari gedung tersebut. Beruntung api tidak menjalar ke gedung lainnya.
Baca Juga: Sampah Jakarta 9.000 Ton Setiap Hari, Benarkah Pilah Sampah dari Rumah Bisa Jadi Solusi?
"Yang terbakar ini ruang farmasi gedung PPJT di lantai 5. Luas bangunan kurang lebih 10×25 meter kubik, sementara luas yang terbakar kurang lebih 4x3 meter kubik. Penyebab kebakaran belum diketahui," imbuhnya.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api pokok sekitar pukul 07.35 WIB. Proses kemudian dilanjutkan dengan pembasahan untuk memastikan lokasi benar-benar aman.
Akibat insiden kebakaran ini, sebanyak 37 pasien di area IGD dievakuasi, 1 pasien yang berada di ruang ICU lantai 6 dinyatakan meninggal dunia, dan 3 petugas keamanan RSUD dalam penanganan medis. (*)