← Beranda
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Satpam di Gedung Mangkrak Surabaya
Novia HerawatiSelasa, 12 Mei 2026 | 13.18 WIB
Polrestabes Surabaya dan Polsek Sukomanunggal gerak cepat menangkap pelaku pembunuhan satpam yang ditemukan di gedung mangkrak kawasan Darmo Satelit Town, Senin (11/5). (Dokumentasi Polsek Sukomanunggal)

JawaPos.com - Tak sampai 24 jam, polisi berhasil membekuk pelaku pembunuhan terhadap seorang satpam berinisial DK, 48 tahun, di gedung mangkrak kawasan Darmo Satelit Town, Senin (11/5).

Informasi ini dibenarkan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto. Ia mengatakan korban ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 05.30 WIB. Polisi langsung gerak cepat dan menangkap pelaku pada sore hari.

“Betul, pelaku sudah kami amankan. Benar satu orang pelaku. Pelaku ditangkap di wilayah Surabaya sekitar pukul 17.00 WIB,” ujar AKBP Eddy kepada awak media di Mapolrestabes Surabaya, Senin (11/5).

Baca Juga: Gavi Bicara Soal Pertengkaran dengan Vinicius Setelah El Clasico

Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengetahui identitas serta motif pelaku melakukan perbuatan kriminal. "Identitas menyusul, ini baru dibawa ke Satreskrim Polrestabes Surabaya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukomanunggal, Kompol M Akhyar mengatakan bahwa jasad petugas keamanan tersebut ditemukan pertama kali oleh temannya yang hendak ganti shift jaga pada Senin pagi.

Tepatnya ditemukan di kompleks gedung Graha DST di Jalan Sukomanunggal Jaya Nomor 11-15, yang merupakan bangunan bekas perkantoran 3 lantai yang sudah terbengkalai sekitar 5 hingga 6 tahun terakhir.

"Jadi dia (korban) kebiasaan kalau sudah serah terima, taruh baju satpamnya di kantor situ. Terus kok curiga lampunya ini sudah jam 05.00 WIB belum mati, SOP-nya kan harus mati, nah dilihat kok curiga," ujar Akhyar.

Baca Juga: Aksi Kylian Mbappe Jadi Sorotan Setelah Real Madrid Kalah di El Clasico

Karena merasa ada kejanggalan, petugas tersebut kemudian mengecek ke musala untuk mencari korban. Namun, korban tidak ditemukan di lokasi tersebut.

"Dia ngelihat ke musala karena korban ini taat, sering salat gitu. Nah, dilihat di musala enggak ada, baru di berjalan dilihat ke pos security kok ada bercak-bercak (darah) dan sampai di dalam ditemukan korban tergeletak," lanjut Akhyar.

Temuan tersebut segera dilaporkan ke Polsek Sukomanunggal dan langsung dilakukan olah TKP. Polisi mengamankan barang pribadi korban, termasuk sepeda motor, namun ponselnya tidak ditemukan di lokasi kejadian.

"Nah ini dugaannya kami belum tahu, apa motifnya, apa modus operandinya, kami belum tahu. Kenapa kok hanya handphonenya aja yang diambil? Sementara motornya tetap ada (tidak dibawa pelaku)," ujar Akhyar. (*)

EDITOR: Bintang Pradewo