JawaPos.com - Dua mahasiswi asal Sidoarjo berinisial ED, 23 tahun, dan HN, 22 tahun, menjadi korban begal saat hendak berburu sunrise di Bukit Premium, tempat wisata favorit di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (3/5).
Mereka dipepet oleh dua pelaku begal saat melintas di Jalan Desa Ngembal, Tutur, tepatnya di depan tempat wisata Bakti Alam. Pelaku memaksa korban berhenti sambil mengacungkan senjata tajam celurit.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno mengatakan korban boncengan naik Honda Scoopy dengan nomor polisi W 3650 NET. Mereka sengaja berangkat pagi pagi untuk mengejar sunrise di Bukit Premium.
"Kejadiannya sekitar pukul 04.30 WIB, pelaku dua orang laki-laki, memakai jaket Hoodie warna hitam, memakai masker, serta mengendarai sepeda motor matik warna hitam,” ujarnya, dikutip dari Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (5/5).
Karena terus dipepet dan diacungkan celurit, korban terjatuh. Menyadari motornya hendak dirampas, ED berusaha mempertahankan kendaraannya, namun pelaku tiba-tiba mengayunkan senjata tajam ke arahnya.
Akibat kejadian itu, ED mengalami luka bacok di pundak kiri sepanjang sekitar 15 sentimeter. Ia sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya dibawa warga ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.
Pagi harinya, korban melaporkan peristiwa tak mengenakan itu ke Polsek Tutur. “Baik korban dan saksi sudah kita periksa. Kini dua pelaku dengan ciri tersebut dalam penyelidikan kami,” imbuhnya.
Pelaku Diringkus di Bangkalan dan Pasuruan
Dua hari berselang setelah peristiwa, Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur berhasil meringkus komplotan begal, yakni SAS, 25 tahun, dan JF, 19 tahun.
Keduanya warga Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Pasuruan. Saat diamankan, SAS sempat melakukan perlawanan, sehingga polisi terpaksa melumpuhkan dengan menembakkan timah panas ke kaki kanan pelaku.
"Tim Jatanras telah mengamankan pelaku pencurian dengan kekerasan dengan korban 2 orang wanita di daerah Ngembal, Pasuruan, ya," ujar Panit 1 Unit III Subdit Jatanras, Iptu Ario Senopati Joyonegoro, Selasa (5/5).
Penyidik berhasil menangkap JF di tempat persembunyiannya di daerah Kecamatam Burneh, Kabupaten Bangkalan. Sementara SAS diamankan di rumahnya di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan
"Kami melakukan pengejaran dan alhamdulillah satu pelaku berinisial JF tertangkap. Kemudian kita melanjutkan pengejaran di rumah pelaku kedua, SAS di daerah Kemangi, Tutur, Ngembal, Pasuruan," imbuhnya.
Iptu Ario menyebut dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku berbagi tugas. JF sebagai joki yang memburu target korban. Sementara SAS berperan sebagai eksekutor yang membawa sajam celurit.
Dari tangan pelaku, penyidik mengamankan barang bukti: sebilah celurit yang dibuang pelaku ke semak-semak sekitar TKP, 1 motor Beat Hitam Biru milik pelaku, 1 motor Scoopy beserta STNK milik korban, dan barang pribadi lainnya.