← Beranda
Rekayasa Lalu Lintas Surabaya Saat May Day 2026, Cek Titik Macet dan Jalur Alternatif 
Novia Herawati• Jumat, 1 Mei 2026 | 17.07 WIB
Ilustrasi demo Hari Buruh Internasional di Surabaya. Ribuan buruh membawa 21 tuntutan pada aksi May Day 2026. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para pekerja. Mereka kompak turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya.

Di Surabaya, ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Nomor 110, Bubutan Surabaya pada Jumat (1/5).

Sehubungan dengan adanya aksi Hari Buruh, Satlantas Polrestabes Surabaya akan melaksanakan beberapa rekayasa dan pengalihan arus selama berlangsungnya kegiatan.

"Kami lakukan rekayasa arus lalu lintas di Kantor Gubernur Jatim dan DPRD Jatim, untuk di Grahadi Kami laksanakan secara situasional," ucap Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya, Jumat (1/4).

Baca Juga: Prabowo Janji Hadirkan Fasilitas Daycare untuk Buruh: Kita Perjuangkan Sesingkat-singkatnya

Melansir dari akun Instagram resmi Satlantas Polrestabes Surabaya @polantas_surabaya, berikut rekayasa lalu lintas saat May Day 2026:

1. Kendaraan dari Jalan Stasiun Kota yang menuju Jalan Pahlawan, akan dialihkan lewat Jalan Semut Madya Indah.

2. Kendaraan dari Jalan Veteran ke Jalan Pahlawan, akan dialihkan melalui Jalan Kebon Rojo dan Jalan Stasiun Kota.

2. Kendaraan dari Jalan Bubutan yang menuju Jalan Pahlawan dan Jalan Stasiun Kota, akan dialihkan ke Jalan Indrapura.

Masyarakat Surabaya diimbau untuk mencari jalur alternatif, serta menghindari jalan-jalan yang menjadi rute massa buruh agar tidak terjebak macet. 

Sebagai informasi, ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan aliansi GASPER (Gerakan Serikat Pekerja), akan menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan 110, Surabaya, Jumat (1/5)

"Kalau dari FSPMI ini sekitar 6.000 massa yang akan mengikuti demo Hari Buruh, massa dari berbagai daerah di Jatim, bukan hanya Surabaya," tutur Wakil Sekretaris DPW FSPMI Provinsi Jawa Timur, Nuruddin Hidayat.

Baca Juga: Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Eks Napi Kasus Korupsi

Ia menyatakan aksi May Day merupakan agenda tahunan untuk menuntut realisasi komitmen pemerintah, agar tidak sekadar janji, melainkan diwujudkan dalam kebijakan konkret yang benar-benar berpihak kepada buruh.

Dalam aksi May Day 2026, buruh Jawa Timur membawa 21 tuntutan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Buruh menuntut penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, hingga perlindungan pekerja digital.

Di tingkat daerah, buruh Jawa Timur mendesak realisasi komitmen pemerintah, mulai dari penyediaan rumah murah, pengawasan praktik outsourcing, penegakan UMK, hingga pembentukan satgas pencegahan PHK. 

EDITOR: Sabik Aji Taufan