JawaPos.com-Universitas Surabaya (Ubaya) menegaskan dominasinya di basket kampus Jawa Timur. Pada final Campus League Basketball Regional Surabaya di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (29/4), Ubaya sukses meraih gelar ganda dari sektor putri dan putra.
Tim putri Ubaya membuka kemenangan dengan hasil telak 95-28 atas Universitas Ciputra Makassar (UCM). Tak berselang lama, tim putra menyusul dengan kemenangan 84-48 atas Universitas Cendrawasih (Uncen). Di laga putri, Ubaya sempat mendapat tekanan pada awal pertandingan. Namun, mereka mampu mengendalikan tempo dan perlahan menjauh lewat permainan cepat serta pertahanan disiplin.
Memasuki kuarter kedua, intensitas serangan meningkat. Fast break berjalan efektif dan peluang second chance dimaksimalkan dengan baik hingga menutup babak pertama 44-14. Selepas jeda, dominasi Ubaya semakin terlihat.
Rotasi pemain tetap menjaga kualitas permainan, sementara UCM kesulitan mencetak angka dan hanya mampu menambah empat poin di kuarter ketiga.
Hingga laga berakhir, Ubaya tetap konsisten menjaga ritme. Kemenangan telak pun memastikan mereka mengunci gelar juara sektor putri dengan meyakinkan.
Meski unggul jauh, pelatih Wellyanto Pribadi menilai performa timnya belum sepenuhnya optimal. Ia menyoroti efektivitas serangan yang masih perlu ditingkatkan. “Memang kami menang, tapi persentase efektivitas kami justru menurun. Ini jadi evaluasi penting, apalagi di nasional nanti lawannya lebih berat,” ujarnya.
Shooting guard Ubaya, Evelyn Fiyo, juga menegaskan timnya harus terus berkembang. Ia menyebut persiapan menuju level nasional akan difokuskan pada peningkatan kualitas permainan. “Untuk nasional kami harus cari lawan tanding yang lebih kuat. Bahkan selama ini kami juga latihan melawan tim putra untuk memperkuat defense,” jelasnya.
Di sektor putra, Ubaya sempat mendapat tekanan dari Uncen pada awal laga. Namun, permainan yang lebih rapi membuat mereka mampu unggul 45-27 saat halftime. Memasuki babak kedua, Ubaya tampil lebih efektif. Serangan yang terorganisir membuat selisih poin terus melebar hingga memastikan kemenangan 84-48.
“Kami sempat kesulitan di awal, tapi arahan pelatih bisa kami jalankan dengan baik. Ini jadi modal penting untuk menghadapi level nasional,” kata pemain Ubaya, Bobby Geraldo Alanda.
Dengan hasil ini, Ubaya memastikan dua wakilnya melaju ke babak The National Campus League Basketball yang akan digelar di Jakarta pada 6–13 Juni 2026. Mereka akan bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai regional lain seperti Bandung, Yogyakarta, Samarinda, dan Jakarta.
Di balik keberhasilan Ubaya, ada gambaran lebih besar tentang perkembangan basket kampus. CEO Campus League, Ryan Gozali, melihat kompetisi ini sebagai pemicu kebangkitan ekosistem olahraga mahasiswa.
“Antusiasmenya besar. Memang kualitas tim masih beragam, tapi ini jadi momentum untuk pembinaan. Dulu Jawa Timur identik dengan Ubaya dan Unair, tapi sempat ada jeda kompetisi. Sekarang kami ingin menghidupkan kembali ekosistem itu,” tuturnya. (*)