JawaPos.com - Memeringati Hari Buruh Internasional (May Day) setiap 1 Mei, ratusan buruh dari berbagai daerah akan menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan 110, Surabaya, Jumat besok (1/5).
Kabar ini disampaikan Wakil Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Jawa Timur, Nuruddin Hidayat. Masyarakat diimbau untuk menghindari titik aksi agar tidak terjebak kemacetan.
Nurudin memperkirakan ada ribuan buruh yang akan mengikuti demo. Selain FSPMI, massa ini berasal dari 5 Konfederasi Serikat Pekerja dan 15 Federasi Serikat Pekerja yang tergabung dalam aliansi besar GESPER Jawa Timur.
"Kalau dari FSPMI sendiri ini sekitar 6.000 massa yang akan mengikuti demo Hari Buruh besok. Massa dari berbagai daerah di Jatim, ada Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, hingga Tuban," ujarnya, Kamis (30/4).
Ada pula yang dadi Probolinggo, Jember, dan Lumajang. Untuk mendukung mobilisasi massa, FSPMI Jawa Timur mengerahkan sekitar 50 unit bus, 10 truk mobil komando, serta konvoi ribuan sepeda motor.
Sebelum menuju lokasi aksi, massa FSPMI akan melaksanakan ibadah salat Jum’at di tiga titik, yakni Masjid Al-Akbar Surabaya, Masjid Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan Masjid Al-Falah di Jalan Raya Darmo.
Sementara, massa aksi dari luar FSPMI direncanakan melaksanakan salat Jumat di sepanjang Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor Gubernur Jawa Timur yang mendidik titik aksi demo Hari Buruh.
Sekitar pukul 13.00 WIB, massa akan menuju titik kumpul di depan BG Junction, Jalan Bubutan, melalui Jalan Wonokromo - Jalan Raya Darmo - Jalan Urip Sumoharjo - Jalan Basuki Rahmat - Jalan Embong Malang - Jalan Blauran.
"Selanjutnya massa akan long march menuju Kantor Gubernur Jawa Timur melewati Jalan Kebon Rojo - Jalan Pahlawan, diperkirakan pada pukul 15.00 WIB, seluruh massa tiba di lokasi aksi," ucap Nuruddin.
Dalam aksi May Day 2026, buruh Jawa Timur membawa sejumlah tuntutan di tingkat nasional maupun daerah. Buruh menuntut penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, hingga perlindungan pekerja digital.
Di tingkat daerah, buruh Jawa Timur mendesak realisasi komitmen pemerintah, mulai dari penyediaan rumah murah, pengawasan praktik outsourcing, penegakan UMK, hingga pembentukan satgas pencegahan PHK.