JawaPos.com-Satreskrim Polresta Malang Kota akan memanggil pihak-pihak yang menghadiri pernikahan sesama jenis antara Intan Anggraeni, 28 tahun, dan Erfastino Reynaldi Malawat, 36 tahun.
"Proses penyidikan sedang berjalan. Kami juga akan melakukan klarifikasi kepada sejumlah pihak,” tutur Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rakhmad Aji Prabowo, dikutip dari Jawa Pos Radar Malang, Selasa (14/4).
Ia mengatakan bahwa penyidik telah lebih dulu meminta keterangan dari Intan Anggraeni. Klarifikasi tersebut dilakukan pada pekan lalu, tepatnya pada 8 April 2026 sebagai bagian dari rangkaian penyelidikan.
Dalam waktu dekat, polisi akan memeriksa saksi lain seperti modin dan keluarga yang mengetahui peristiwa tersebut. Sejauh ini, alat bukti yang dihimpun berupa hasil klarifikasi serta dokumen pernikahan siri.
”Belum ada lainnya karena kami masih harus mengonfirmasi pihak-pihak yang menyaksikan pernikahan (mereka). Terlepas dari itu, perkembangannya bagaimana, akan kami sampaikan lebih lanjut,” imbuhnya.
AKP Rakhmad menyatakan penentuan perkara masih menunggu kelengkapan keterangan. Ia juga mempertimbangkan koordinasi dengan Polres Batu, menyusul adanya laporan dari pihak Erfastino, meski kasus yang ditangani berbeda.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Batu, Iptu Joko Suprianto belum bisa memberikan komentar terkait perkara yang terjadi. ”Kami masih melakukan pendalaman dan proses penyelidikan,” pungkasnya.
Kronologi singkat
Warganet dihebohkan dengan kisah asmara Intan Anggraeni, 28 tahun, warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Ia melaporkan sang suami ke polisi setelah mengetahui identitas aslinya ternyata perempuan.
Pertemuan keduanya bermula Februari 2026 di sebuah tempat karaoke di Kota Batu, saat Intan bekerja sebagai pemandu lagu dan Rey menjadi pelanggan tetap. Hubungan berlanjut hingga 14 Februari 2026 dan menikah pada 3 April 2026.
"Dia mengaku dari Jakarta dan bekerja sebagai konsultan proyek. Setelah itu kami mulai dekat dan berpacaran sejak 14 Februari. Dia ngakunya cowok dan selama ini sikapnya juga layaknya cowok tulen," tutur Intan.
Selama masa pendekatan, Intan mengaku sama sekali tidak menaruh curiga. Pasalnya, sosok Erfastino terlihat sangat meyakinkan, mulai dari gaya bicara hingga penampilannya yang maskulin.
Fakta mengejutkan pun terungkap pada malam pertama mereka. Intan mengaku terkejut hingga menangis saat mengetahui identitas asli Rey adalah perempuan. Intan lalu mengusir Rey pada 5 April 2026.
Baca Juga: Kasus Suami Ternyata Perempuan Berujung Saling Lapor, Rey Laporkan Intan ke Polres Batu
Atas peristiwa yang dialaminya, Intan melaporkan Rey ke Polresta Malang Kota atas dugaan pemalsuan identitas. Laporan tersebut tercatat dalam nomor aduan PM/611/IV/Reskrim/2026/SPKT Polresta Malang Kota Polda Jatim, tertanggal Rabu (8/4). (*)