← Beranda
Pasar Batu Permata Kayoon Dibidik Jadi Destinasi Wisata Baru Surabaya
Novia HerawatiSenin, 6 April 2026 | 03.39 WIB
Pemerintah Kota Surabaya berencana menjadikan Pasar Batu Permata Kayoon menjadi destinasi wisata baru di Kota Pahlawan. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Kabar gembira, pasar Batu Permata Kayoon di Surabaya diproyeksikan menjadi destinasi wisata unggulan. Namun, rencana pengembangannya masih menunggu kepastian status lahan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan Pemkot Surabaya sudah lama melirik Pasar Kayoon menjadi ikon wisata baru Kota Pahlawan, namun terkendala status kepemilikan lahan yang bukan aset pemerintah.

"Pusatnya batu permata itu di Kayoon, jadi perlu sentuhan, tetapi saya belum tahu ini asetnya siapa. Kalau bukan aset pemerintah kota, saya harus amit (izin) dulu sama yang punya aset," tutur Eri di Surabaya, Minggu (5/4).

Baca Juga: Usia 30an Wajib Baca, Ini 8 Kebiasaan yang Jadi Kunci Keuangan Stabil di Masa Depan

Berdasarkan informasi awal, kawasan tersebut kemungkinan merupakan aset milik pemerintah provinsi atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Eri menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dan membahas proses perizinan.

"Jadi kenapa selama ini pemerintah kota tidak bisa menyentuh, karena ini bukan asetnya pemerintah kota," imbuhnya. Eri berharap penelusuran status lahan dan perizinan dapat selesai dalam waktu dekat.

Dengan begitu, proses pembangunan dan penataan Pasar Batu Permata Kayoon menjadi ikon wisata baru dapat segera terealisasi. Eri menargetkan kepastian izin pengelolaan selesai dalam waktu seminggu ke depan.

"Insyaallah kalau nanti diizinkan sama yang punya (lahan Pasar Batu Permata Kayoon) untuk dikelola dan dikembangkan (menjadi tempat wisata), kita pasti akan bangun di tahun ini," tegas Eri Cahyadi.

Baca Juga: Bantu Cari Awak Jet Tempur F-15, Iran Klaim Tembak Jatuh Tiga Pesawat Militer AS 

Selain menjadi bagian pelestariwn produk dan budaya Nusantara, Pasar Batu Permata Kayoon juga dinilai berpotensi menjadi ikon wisata unggulan melalui penataan kawasan, pengaturan alur, dan pembangunan gapura.

"Kalau nanti sudah diizinkan, saya berharap di Mei ulang tahunnya Surabaya sudah menjadi ikon baru. Jadi ada Kota Lama, ada Jalan Tunjungan, ada Kebun Raya Mangrove, ada Batu Permata Nusantara," ucapnya.

Di sisi lain, Ketua Persatuan Pedagang dan Pengrajin Batu Permata Indah (P3-BAPIN) Taman Wisata Kayoon Surabaya, Nuri Fansyah, menyampaikan saat ini terdapat puluhan stan pedagang batu permata di kawasan tersebut.

"Saat ini kumpulan batu-batu pedagang yang ada itu kurang lebih 60 stan, baik stan yang open atau yang tertutup. Harapan kita mungkin bisa membantu bagaimana pasar ini bisa lebih bergairah, bisa lebih hidup," tutur Nuri.

Ia menilai kondisi ekonomi yang belum stabil membuat pelaku usaha di Pasar Kayoon tertekan. Karena itu, dibutuhkan dukungan berkelanjutan agar pasar berkembang dan menarik minat wisatawan.

"Harapan kita semua mudah-mudahan ini bisa menjadikan destinasi dan kunjungan dari pemerintah kota, pemerintah provinsi, atau pengusaha lainnya, supaya pasar ini bisa berkesinambungan," pungkasnya. 

EDITOR: Bintang Pradewo