← Beranda
Lonjakan Peti Kemas 8 Persen, Jurus Digital PT Terminal Teluk Lamong Hadapi Ledakan Logistik Lebaran 2026
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 20 Maret 2026 | 23.07 WIB
Ilustrasi aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Teluk Lamong meningkat signifikan jelang Lebaran 2026. (PT Teluk Lamong)

 

JawaPos.com–Arus logistik jelang Lebaran 2026 mulai menunjukkan geliat sejak awal tahun. PT Terminal Teluk Lamong langsung tancap gas dengan lonjakan arus peti kemas yang tak main-main.

Performa gemilang itu tercermin dari realisasi produksi Februari 2026 yang mencapai 467.133 TEUs. Angka tersebut melesat 8,27 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal kuat meningkatnya aktivitas logistik di Jawa Timur. Terminal ini semakin mengukuhkan perannya sebagai simpul distribusi strategis di kawasan timur Pulau Jawa.

Baca Juga: Dua Kali Lebaran 2026 di Bali, Dua Kali Rezeki! Pedagang Sumringah Panen Cuan dari Perbedaan Hari Raya

Lonjakan tersebut didorong oleh ekspansi layanan internasional yang makin agresif. Di saat bersamaan, penguatan rute domestik ikut menyumbang kontribusi signifikan.

Penambahan service baru dari pelayaran internasional di TPK Lamong menjadi salah satu faktor kunci. Sementara itu, aktivitas di Terminal Nilam juga meningkat berkat tambahan tiga call kapal peti kemas domestik.

Kombinasi dua faktor ini menciptakan efek domino terhadap peningkatan throughput terminal. Strategi operasional yang dijalankan terbukti tepat sasaran dan selaras dengan target perusahaan.

Baca Juga: Pantau 28 Titik, Kemenag Jatim Nyatakan Hilal Tak Terlihat, 1 Syawal Jatuh pada 21 Maret 2026

Senior Manager Sekretariat Perusahaan dan Hukum PT Terminal Teluk Lamong Syaiful Anam menegaskan, capaian ini bukan kebetulan. Kepercayaan pengguna jasa menjadi fondasi utama pertumbuhan tersebut.

”Peningkatan volume peti kemas dan aktivitas kapal menjadi indikator positif bahwa layanan operasional PT TTL semakin dipercaya,” ujar Syaiful Anam dalam keterangan resmi.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas terminal guna memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pengguna jasa,” imbuh dia.

Kepercayaan itu dibangun lewat konsistensi layanan yang kompetitif di tengah persaingan global. PT TTL terus menjaga standar operasional agar tetap relevan dengan kebutuhan industri pelayaran modern.

Tak hanya mengandalkan ekspansi fisik, perusahaan juga memperkuat fondasi digitalisasi. Transformasi ini menjadi kunci dalam menjaga efisiensi dan ketepatan operasional.

Salah satu inovasi utama adalah implementasi sistem Integrated Planning and Control. Sistem ini memungkinkan perencanaan dan pengawasan operasional berjalan lebih terintegrasi.

Baca Juga: Satpol PP Surabaya Temukan Panti Pijat Beroperasi saat Ramadhan

Dampaknya terasa langsung pada peningkatan produktivitas terminal. Selain itu, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga semakin terjaga dengan sistem yang lebih presisi.

Digitalisasi membuat koordinasi antar lini menjadi lebih transparan. Setiap proses dapat dipantau secara real time sehingga meminimalkan potensi hambatan.

Langkah ini menjadi sangat krusial menjelang lonjakan arus logistik saat Ramadhan dan Lebaran. Momen tersebut dikenal sebagai periode dengan tekanan distribusi tertinggi sepanjang tahun.

Baca Juga: Hujan Lebat, Picu Banjir di Driyorejo, Banyak Kendaraan Mogok dan Ratusan Rumah Tergenang di Gresik

Menghadapi tantangan itu, PT TTL tidak tinggal diam. Berbagai skenario mitigasi telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan volume barang.

Perusahaan memastikan seluruh peralatan dalam kondisi optimal. Kapasitas terminal juga disiapkan untuk menampung beban kerja ekstra tanpa mengganggu kelancaran operasional.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah penyediaan area buffer zone untuk truk. Langkah ini bertujuan mengurai potensi antrean panjang di area terminal.

Baca Juga: Pecah Rekor, Bandeng 19 Kilogram Menangkan Kontes Bandeng Kawak di Gresik

Selain itu, Terminal Booking System dioptimalkan untuk mengatur jadwal kedatangan armada. Sistem ini membantu menghindari penumpukan kendaraan secara bersamaan.

Pengaturan berbasis digital tersebut membuat arus keluar-masuk truk lebih tertib. Efisiensi waktu pun meningkat karena proses menjadi lebih terjadwal.

Manajemen juga memastikan operasional tetap berjalan stabil selama Ramadhan hingga Lebaran. Tidak ada kompromi terhadap kualitas layanan meski beban kerja meningkat.

Komitmen ini menjadi penting untuk menjaga kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat. Terutama saat permintaan barang melonjak tajam menjelang hari raya.

Baca Juga: Bupati Gresik Ajak Warga Istiqomah Jaga Tradisi Malem Selawe, Pemkab Gelar Kontes Bandeng Kawak

Sinergi dengan para pemangku kepentingan logistik terus diperkuat. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga rantai pasok tetap aman dan efisien.

Pelaku industri pelayaran, operator logistik, hingga regulator dilibatkan dalam koordinasi intensif. Tujuannya agar setiap potensi kendala bisa diantisipasi lebih awal.

Dengan strategi yang matang, PT Terminal Teluk Lamong optimistis menghadapi puncak arus logistik Lebaran. Momentum ini sekaligus menjadi pembuktian kekuatan sistem yang telah dibangun.

Baca Juga: Ratusan Warga Desa Campurejo Mendapat Bantuan Rumah Layak Huni Program Pemkab Gresik Kolaborasi dengan Trilliun dan Habitat Indonesia

Lonjakan 8 persen bukan sekadar capaian jangka pendek. Ini menjadi indikator transformasi digital dan ekspansi layanan berjalan seiring dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Di tengah tantangan global dan dinamika logistik nasional, PT TTL menunjukkan adaptasi yang cepat. Perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi juga terus melaju.

Lebaran 2026 pun menjadi panggung pembuktian berikutnya. Apakah strategi digitalisasi ini mampu menjaga ritme di tengah lonjakan arus, jawabannya mulai terlihat dari sekarang.

Baca Juga: Dari Galang Dana Lewat Turnamen Golf, TIA Berikan Santunan Bagi 37 Anak Yatim dan 33 Duafa di Surabaya

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah