JawaPos.com - Mendekati Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah (Lebaran), satu per satu perantau mulai meninggalkan hiruk pikuk kota dan pulang ke kampung halaman demi satu tujuan: melepas rindu bersama orang tersayang.
Tradisi ini dikenal masyarakat dengan istilah mudik. Bagi sebagian orang, mudik lebih dari sekadar ‘pulang’, melainkan momen untuk merajut ulang kehangatan keluarga yang sempat terpisah oleh jarak.
Itulah makna 'mudik' bagi Jylan Mumtaz, mahasiswa asal Rembang berusia 20 tahun, kala ditemui JawaPos.com di ruang tunggu penumpang Terminal Purabaya, Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (18/3).
"Bagi saya, mudik adalah momen istimewa, di mana kita pulang ke kampung untuk bertemu orang-orang kesayangan," tutur gadis berkacamata itu dengan suara lembut khas logat Jawa Tengah.
Bagi Jylan, momen mudik tahun ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya ia mudik ke Rembang menggunakan bus. Bukan tanpa alasan, moda transportasi ini dipilih karena lebih ekonomis dan fleksibel.
Baca Juga: Dua Pemotor Tewas Ditabrak Truk Boks di Jalur Mudik Sumedang, Satu Pemudik Tewas di Nagreg
"Biasanya pakai kereta atau pesawat. Sekarang pilih bus karena simpel, murah, dan fleksibel juga dari segi waktunya," ucap Jylan, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang telah dua tahun tinggal di Kota Pahlawan.
Ia memilih bus eksekutif tujuan Rembang dengan tarif Rp 140 ribu. Dari Terminal Purabaya, Sidoarjo, perjalanan sejauh sekitar 206 kilometer ke arah utara itu ditempuh dalam waktu kurang lebih 6 jam.
Sambil menunggu busnya tiba, Jylan mengisi waktu dengan membaca buku bersampul biru muda di ruang tunggu penumpang Terminal Purabaya. Barang bawaannya pun tak banyak, hanya satu ransel hitam berukuran sedang.
Jylan berencana kembali ke Surabaya pada 28 Maret 2026 untuk melanjutkan aktivitas kuliah. Selama di Rembang, ia biasanya menghabiskan momen Lebaran dengan bersilaturahmi ke rumah kerabat dan berwisata ke pantai.
"Jujur inginnya selama mungkin liburan di Rembang, karena kapan lagi bisa kumpul keluarga besar kalau bukan pas Lebaran. Tetapi tanggal 30 Maret udah masuk kuliah, jadi insyaallah 28 Maret berangkat," celetuknya.
Antusiasme serupa juga dirasakan Fathul Kirob, 30 tahun, pemudik asal Yogyakarta. Ditemui JawaPos.com di area peron Terminal Purabaya, ia mengaku belum genap setahun merantau dan bekerja di Surabaya.
Mudik tahun ini pun terasa istimewa bagi Fathul. Sebab untuk pertama kalinya, ia tidak pulang ke kampung halamannya di Yogyakarta, melainkan menuju Kabupaten Magetan, tempat asal istrinya yang sedang mengandung.
Baca Juga: khutbah Idul Fitri Tentang “Menjaga Fitrah Diri Setelah Ramadhan Berlalu"
"Aslinya saya Jogja, terus merantau kerja di Surabaya. Alhamdulillah dapat bus harga Rp 200 ribu, katanya estimasi sampai Magetan 4 jam," ucap pria berambut kriwil itu, sambil menjaga barang bawaannya berupa koper besar dan satu tas berukuran sedang.
Fathul mengaku sengaja mudik lebih awal untuk menghindari lonjakan penumpang menjelang Lebaran. Ia juga ingin lebih dulu tiba di kampung halaman agar bisa menjalani puasa bersama sang istri.
"Iya ambil lebih awal untuk menghindari arus masuk. Menurut aku, ini standar, gak begitu crowded. Penumpangnya tertib, pelayanan di terminal juga okay, banyak petunjuk arah, jadi nggak bingung," imbuhnya.
Terminal Purabaya Siapkan 2.200 Kendaraan Mudik
Humas Terminal Tipe A Purabaya, Sarah Abigail mengatakan pihaknya telah menetapkan masa angkutan Lebaran 2026 selama 18 hari, mulai Jumat, 13 Maret 2026 dan akan berakhir pada Senin, 30 Maret 2026.
Selama masa angkutan Lebaran 2026, Terminal Purabaya menyiapkan 2,533 kendaraan bus, dengan rincian 1.129 Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan 1.404 Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP).
"Ini belum termasuk armada cadangan sebanyak 20 persen. Sementara untuk prediksi operasional bus yang datang maupun berangkat dari Terminal Purabaya selama masa mudik Lebaran itu 43.000 bus," terangnya.
Tahun ini, Terminal Purabaya menargetkan sekitar 800 ribu penumpang selama periode 13 - 30 Maret 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 200 ribu dibanding tahun 2025 yang tercatat melayani 600 ribu penumpang.