JawaPos.com - Peningkatan kualitas pendidikan menjadi fondasi utama Jawa Timur dalam menyiapkan generasi emas yang mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pendidikan yang maju akan melahirkan sumber daya manusia unggul yang dapat mendorong kemajuan daerah sekaligus bangsa.
“Salah satu upaya kami menjadikan Jatim Gerbang Baru Nusantara adalah dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang terampil dan berdaya saing untuk memenuhi kebutuhan zaman, terutama era digital. Caranya, dengan mewadahi bakat generasi muda khususnya di bidang yang linier dengan perkembangan teknologi,” ujar Khofifah.
Komitmen tersebut tercermin dalam gelaran SMA Awards 2025, ajang apresiasi bakat pelajar SMA se-Jawa Timur yang diikuti lebih dari 174 ribu peserta dari SMA negeri dan swasta. Kompetisi ini mempertandingkan beragam bidang akademik dan nonakademik sebagai ruang aktualisasi potensi generasi muda.
Khofifah menekankan, apresiasi terhadap bakat siswa akan memantik semangat berkarya dan melahirkan prestasi berkelanjutan. “Jika bakat tersebut diapresiasi dan punya wadah untuk menorehkan prestasi, maka mereka akan semakin semangat menelurkan karya lainnya. Ini adalah kunci Jatim yang kaya akan generasi emas untuk Indonesia 2045,” imbuhnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut SMA Awards sebagai cerminan melimpahnya potensi siswa di Jawa Timur. Menurutnya, pemerintah harus hadir dengan membuka ruang kolaborasi bersama berbagai pihak untuk mendukung pengembangan bakat anak muda.
Emil juga mengingatkan pentingnya peningkatan keterampilan di luar nilai akademik. “Nilai jual generasi muda saat ini bukan hanya nilai sekolah, tetapi juga karya dan skill. Perkaya pengalaman, prestasi, dan portofolio agar peluang masa depan terbuka lebih luas,” ujarnya. Ia mendorong siswa aktif mengikuti ekstrakurikuler, kegiatan sosial, dan berbagai aktivitas positif lainnya.
Monolog: Panggung Ekspresi dan Refleksi Zaman
Baca Juga: 10 Ucapan Natal yang Menyentuh Hati dengan Pesan Alkitab dan Penuh Berkah
Bidang seni peran, khususnya monolog, menjadi salah satu sorotan dalam SMA Awards 2025. Gabriel Miracle Fajar Laksono dari SMAN 1 Kota Malang memukau juri lewat monolog berjudul Homo Deus. Dalam pementasan berdurasi 10 menit itu, Gabriel mengangkat kegelisahan tentang peradaban manusia yang sepenuhnya bergantung pada teknologi hingga kehilangan nilai kemanusiaan.
“Kemenangan ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk sekolah dan semua anggota Teater Kata yang menjadi rumah kedua saya,” ujar Gabriel, yang menegaskan keberhasilan tersebut merupakan kerja kolektif tim.
Dari Banyuwangi, Nabila Jannah, siswi kelas X SMAN Purwoharjo, meraih juara dua monolog. Ketertarikannya pada seni peran telah tumbuh sejak SD, dengan kecenderungan kuat pada monolog. “Saya merasa bakat keaktoran mendalam saya berada di berdialog dengan diri sendiri atau monolog ini,” tuturnya. Dalam kompetisi, Nabila membawakan kisah siswi anak pemulung yang bercita-cita menjadi seniman, namun tergerus perkembangan teknologi AI.
Sementara itu, Linsyavani Deasya Putri dari SMAN 1 Kauman Tulungagung tampil konsisten dengan segudang prestasi monolog. Sejak SD aktif di sanggar seni Gedhang Godhog, Linsyavani membuktikan kematangannya lewat naskah My Fever Dream yang mengkritisi obsesi nilai akademik tanpa diimbangi pembentukan karakter. “Pendidikan bukan hanya soal nilai, tetapi juga budi pekerti dan akhlak,” ujarnya.
Himo: Kepemimpinan Pelajar dan Aksi Nyata
Di ranah organisasi siswa, Himpunan Musyawarah OSIS (Himo) menunjukkan peran strategis dalam membentuk kepemimpinan pelajar. Himo Kota Kediri, yang menaungi 14 SMA negeri dan swasta, menghadirkan program inovatif seperti Himo Take Over dan Himo Connect.
“Kami menyediakan channel bagi setiap OSIS untuk berbagi dan mempromosikan kewirausahaannya,” ujar Ketua Himo Kota Kediri, Alice Setya Salsabila. Selain fokus program kerja, Himo juga menjaga solidaritas melalui kegiatan kebersamaan.
Himo Kabupaten Bojonegoro menonjolkan pendekatan karakter dan religius melalui program One Day One Sunnah. Ketua Himo Bojonegoro Ari Setiawan menjelaskan, program ini mengajak siswa meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, program Himo Care menjadi wadah kepedulian sosial dan kepemimpinan pelajar.
Di Lamongan, Himo Kabupaten Lamongan mengembangkan Himo Competition Lamongan (HCL) sebagai ajang tahunan untuk memaksimalkan potensi OSIS. “Tujuannya meningkatkan semangat pengurus OSIS dan mempererat silaturahmi,” tutur Ketua Himo Lamongan Sandy Wiratama, yang berharap kemenangan di SMA Awards 2025 menjadi pintu pembuka untuk menebar manfaat lebih luas.
Sinematografi: Literasi Digital Lewat Layar
Bidang sinematografi menjadi medium refleksi generasi muda terhadap tantangan era digital. SMAN 2 Jombang melalui Forum Film Smada meraih juara pertama lewat film Paradoks. Film ini mengisahkan pencarian jati diri seorang siswi yang terjebak obsesi validasi digital. “Pesan moralnya, kita bisa bertumbuh dengan potensi sendiri tanpa mengejar validasi semu,” ujar produser Trenza Putra.
Isu bahaya teknologi juga diangkat SMAN 1 Jember lewat film Takedown yang menyoroti penyalahgunaan AI dan deepfake. Produser sekaligus sutradara M. Zahran Dzaky mengatakan, film tersebut mengajak remaja lebih sadar akan pentingnya literasi digital dan etika teknologi. Sekolah pun mendukung penuh bakat siswa melalui pendampingan dan pelatihan khusus.
Sementara itu, SMA Al Hikmah Surabaya menghadirkan film Makna di Balik Algoritma yang menegaskan bahwa teknologi tak mampu menggantikan nilai kemanusiaan. Kepala SMA Al Hikmah Surabaya Ansari Setyo Prabowo menegaskan komitmen sekolah dalam menyediakan wadah bagi siswa sesuai minat dan bakatnya. “Ini sejalan dengan slogan kami sebagai Sekolah Pemimpin Berbudi dan Berprestasi,” ujarnya.
Melalui SMA Awards 2025, Jawa Timur menegaskan langkah nyata dalam menyiapkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi emas Indonesia 2045.