← Beranda
Tangis Pecah di RS Bhayangkara, Dua Jenazah Santri Al Khoziny Akhirnya Diserahkan Keluarga
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 6 Oktober 2025 | 13.08 WIB
Sulaiman ketika mengenang mendiang putranya Ahmad Rijalul Haq di RS Bhayangkara, Minggu (5/10/2025). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com — Tangisan pecah di RS Bhayangkara saat dua jenazah santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo diserahkan kepada keluarga mereka pada Minggu (5/10/2025). Momen haru itu terjadi setelah proses identifikasi selesai dan kedua jenazah dikembalikan untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.

RS Bhayangkara kembali menyerahkan dua jenazah santri yang telah berhasil diidentifikasi kepada keluarga mereka. Kedua jenazah telah dimandikan, dikafani, dan ditempatkan dalam peti usai menjalani proses forensik.

Jenazah pertama yang diserahkan adalah Nuruddin (13) asal Jl. Karang Gayam Blega, Bangkalan. Sedangkan jenazah kedua adalah Ahmad Rijalul Haq (16) yang berdomisili di Jl. Dapuan Baru I/57 Surabaya.

“Kami hari ini, Minggu, 5 Oktober 2025, Tim DVI Polda Jawa Timur telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap dua jenazah,” ujar Kombes Pol. dr. M. Khusnan, Kabiddokkes Polda Jatim.

Pernyataan itu menjadi penanda bahwa proses panjang verifikasi data antemortem dan postmortem telah membuahkan hasil.

“Kedua jenazah itu — nomor PMRSBB011 dan PMRSBB021 — teridentifikasi melalui gigi, medis, properti, dan sidik jari,” tambah M. Khusnan.

Hasil identifikasi itu cocok dengan data antemortem nomor AM041 sebagai Nuruddin dan AM035 sebagai Ahmad Rijalul Haq.

Sebelum penyerahan resmi, pihak keluarga diminta memastikan identitas jenazah secara langsung. Keluarga masuk bergiliran ke ruang pemeriksaan untuk melihat jenazah terakhir guna memastikan keaslian identifikasi.

Suasana haru menyelimuti ruangan kala wali santri keluar dari ruang pemeriksaan. Tangis pecah saat mereka menyadari jenazah benar anak mereka dan tak kuasa menahan duka mendalam.

Petugas DVI dan relawan turut mendampingi keluarga dengan memberikan penguatan sederhana. Seorang petugas menyapa, “Yang sabar ya Pak, yang ikhlas,” sembari menepuk bahu dari keluarga wali santri.

Setelah dipastikan benar, kedua jenazah dishalatkan di posko RS Bhayangkara bersama keluarga, petugas, dan relawan.

Doa bersama pun digelar untuk mengantarkan kepergian mereka sebelum dibawa menuju rumah duka masing-masing.

Salah satu keluarga korban, Sulaiman, ayah dari Ahmad Rijalul Haq, meyakini jenazah itu benar anaknya. Ia mengenali pakaian terakhir yang dikenakan Ahmad Rijalul Haq, sebuah bukti kuat dalam keyakinannya.

Ayah Ahmad Rijalul Haq menuturkan bahwa anaknya dikenal sebagai sosok yang sangat penurut dan tak pernah berkata tidak. “Dia selalu bilang ‘iya’,” ucap Sulaiman dengan suara bergetar menahan air mata.

Ahmad Rijalul Haq adalah anak kedua dari empat bersaudara dan sudah mondok selama 5 tahun. Sosoknya dikenal tekun menjalankan aktivitas ponpes sejak muda hingga akhir hayatnya.

“(Sudah Mondok) 5 tahun,” pungkas Sulaiman.

Rencananya jenazah Ahmad Rijalul Haq akan dimakamkan di Desa Alang-alang Bangkalan, Madura, kampung halaman sang santri.

Proses pemakaman direncanakan dilakukan setelah tiba di sana guna menghormati prosesi keagamaan keluarga.

Momentum penyerahan jenazah ini menjadi bukti kerja profesional Tim DVI Polda Jatim dalam mengidentifikasi jenazah santri.

Masyarakat dan santri semakin mengharapkan agar proses penanganan jenazah di masa musibah selalu dilakukan secara transparan dan humanis.

Akhirnya, meskipun duka mendalam menyelimuti keluarga dan lingkungan ponpes, penyerahan jenazah ini setidaknya memberi ketenangan bahwa identitas sudah diketahui.

Tangisan pecah di RS Bhayangkara menjadi saksi haru bahwa keadilan bagi jenazah tetap dijunjung tinggi.

EDITOR: Sabik Aji Taufan