← Beranda
Korban Meninggal Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Bertambah Jadi 3 Orang
Novia HerawatiSelasa, 30 September 2025 | 21.24 WIB
Korban Meninggal Tragedi Bangunan Ponpes di Sidoarjo Bertambah Jadi 3 Orang. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Tragedi rubuhnya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo pada Senin (29/9), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. 

Hingga Selasa siang (30/9), jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa nahas ini bertambah menjadi 3 orang. 1 korban meninggal dievakuasi pada Senin malam, hari pertama operasi pencarian.

Pada keesokan harinya, dua orang korban lagi berhasil dievakuasi dan dilaporkan dalam keadaan meninggal dunia. Ketiganya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan medis lanjutan.

Tiga korban meninggal dunia adalah Maulana Affan Ibrahimafic, Mochammad Mashudul Haq, dan Muhammad Soleh. Mereka dilarikan ke RSUD Notopuro Sidoarjo dan RSI Siti Hajar, berikut rinciannya:

1. Maulana Affan, 15 tahun, Warga Kalianyar Kulon, Gang 9 No 5, Kelurahan Pabean, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya (RSI Siti Hajar)

2. Mochammad Mashudul Haq, 14 tahun, warga Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya. (RSUD Notopuro Sidoarjo)

3. Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung. (RSUD Notopuro Sidoarjo).

Berdasarkan pantauan awak media di RSUD Notopuro Sidoarjo, sebanyak 40 korban tragedi bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny rubuh di rawat di sana.

Rinciannya: 30 orang dipulangkan, 4 sedang menjalani perawatan, 2 kritis, dan 2 meninggal dunia. Jenazah Muhammad Soleh langsung diterbangkan ke Bangka Belitung.

Direktur RSUD Notopuro Sidoarjo, dr Atok Irawan menyampaikan, Muhammad Soleh adalah salah satu korban paling parah dalam peristiwa ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al Khoziny.

"Pasien Soleh sempat mengalami himpitan di bagian bawah tubuh hingga harus dirawat intensif sebelum akhirnya meninggal dunia saat dirujuk ke RSUD Sidoarjo," ujar Atok, Selasa, (30/9).

Soleh harus menjalani amputasi di lokasi kejadian karena kondisi luka yang sangat berat dan mempertaruhkan nyawa. Jenazah Soleh  diserahkan pihak rumah sakit ke perwakilan keluarga. Kakak korban, Akhmad, mengaku baru Selasa pagi tiba di RSUD Sidoarjo. 

Soleh terpaksa menjalani amputasi di lokasi karena luka parah yang mengancam nyawa. Nahas, nyawanya tetap tak tertolong. Jenazah Soleh langsung diserahkan rumah sakit kepada keluarganya.

"Tim ortopedi dan anestesi melakukan amputasi lengan kiri karena korban terjepit reruntuhan bangunan. Saya baru datang pagi ini, baru dapat info 30 menit yang lalu saudara saya meninggal," imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, Soleh adalah santri Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo dan sedang kuliah di kampus yang dikelola pesantren tersebut. Soleh adalah mahasiswa semester 5.

Sebagai informasi, insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan tiga lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1. 

Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan Kantor Basarnas Surabaya, sebanyak 102 orang santri menjadi korban tragedi ini.

EDITOR: Sabik Aji Taufan