JawaPos.com - Di balik semarak perayaan kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, Blubridge Center Surabaya mengajak masyarakat untuk melangkah lebih jauh terkait keberadaan anak-anak.
"Kami percaya bahwa setiap anak punya potensi luar biasa. Mereka mungkin membutuhkan cara yang berbeda untuk berkembang, tapi bukan berarti tidak bisa," ujar Psikolog Blubridge Center, Elvina Febriyani C, Selasa (9/9).
Tahun ini, semangat kemerdekaan terasa berbeda di tiga cabang Blubridge Center Surabaya. Melalui lomba Mewarnai, Memakai Baju Adat, dan Bernyanyi yang diikuti 60 - 70 anak-anak.
Melalui lomba kreatif, kolaborasi karya, dan dukungan orang tua serta terapis, Blubridge Center membuktikan bahwa setiap anak berhak mendapat ruang tumbuh yang setara dan bermakna.
Blubridge Center mengajak masyarakat untuk melihat bahwa perayaan 17 Agustus bukan hanya tentang kemenangan, tapi tentang mengapresiasi keberanian, kreativitas, dan progres setiap anak dibandingkan dirinya sendiri.
Namun, ini bukan lomba biasa. Tidak ada panggung besar dan sorak-sorai penonton. Tidak ada kompetisi sengit dan wajah-wajah tegang menunggu pengumuman juara. Anak-anak mengirimkan karya mereka, dan tim juri menilainya dengan hati.
"Kami ingin semua anak merayakan kegembiraan Hari Kemerdekaan Indonesia. Sebab, setiap anak punya kesempatan menunjukkan bakat di depan orang lain, memberi ruang untuk mereka bisa merasa dihargai dan bangga atas dirinya," imbuhnya.
Di sebuah ruang sederhana di Blubridge Center Surabaya, karya anak-anak berkebutuhan khusus berjejer rapi. Ada yang penuh warna cerah, ada pula yang diwarnai dengan garis-garis pelan, seperti menyimpan cerita di baliknya.
Semua karya ini adalah bagian dari lomba mewarnai, lomba memakai baju adat, dan lomba bernyanyi yang diadakan khusus untuk anak berkebutuhan khusus dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan.
Dibalik karya anak-anak dalam semarak kemerdekaan Blubridge Center, ada cerita-cerita inspiratif. Ada yang semangat mewarnai meski motoriknya terbatas. Ada juga anak yang dulu susah fokus, kini bisa bernyanyi dan menari percaya diri.
Bagi Elvina, setiap anak datang ke Blubridge Center dengan tantangan masing-masing. Pastinya, setiap karya membawa kebanggaan tersendiri bagi orang tua, terapis, dan tentu saja sang anak.
"Progres sekecil ini bagi kami berarti besar. Ada anak yang biasanya enggan mengikuti instruksi, tetapi hari ini ia mau menampilkan karyanya. Kami sangat senang melihatnya mulai percaya pada dirinya sendiri," tutur Elvina.
Selain mengadakan lomba, Blubridge Center juga berkolaborasi dengan Kooleet meluncurkan tas kecil dan tray edisi khusus dengan desain karya ABK. Hasil penjualannya disalurkan kepada panti yang melayani ABK.
"Kami ingin anak-anak melihat bahwa karya mereka bisa berarti, bisa berdampak bagi orang lain. Bagi orang tua, ini adalah harapan. Bagi masyarakat, ini bukti bahwa dengan keterbukaan dan kolaborasi, tidak ada yang tidak mungkin," ujarnya.
Dengan langkah-langkah kecil seperti ini, di tengah perayaan kemerdekaan, ada harapan bahwa suatu hari nanti anak-anak berkebutuhan khusus akan memiliki kesempatan yang setara di sekolah, dunia kerja, dan lingkungan sosial.
"Semua dimulai dari langkah kecil. Kami mengajak semua pihak untuk melihat bahwa anak-anak bukan soal keterbatasan, tetapi tentang potensi yang bisa dikembangkan dengan cara-cara yang mungkin berbeda. Semua anak sama berharganya," tukas Elvina.