← Beranda
Konflik Armuji dan Pengusaha Jan Hwa Memanas, Eri Cahyadi Tegaskan Sikap Pemkot Surabaya
Novia Herawati• Senin, 14 April 2025 | 18.52 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menanggapi perseteruan antara wakilnya, Armuji dengan pengusaha Jan Hwa Diana. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ikut buka suara soal perseteruan antara Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji dan pengusaha Jan Hwa Diana. Perseteruan keduanya berkaitan dengan dugaan penahanan ijazah.

Atas hal ini, Eri mengatakan bahwa ia telah menghubungi pengusaha dan pegawai yang mengaku ijazahnya ditahan. Namun, keduanya memberikan jawaban yang berbeda.

"Pengusaha ngomong ini bukan pegawai saya. Si pegawai ngomong kalau dia pegawai di tempat perusahaan ini. Bahkan memiliki tanda bukti untuk penerimaan ijazah dipegang oleh perusahaan ini," tutur Eri di Siola, Senin (14/4).

Politikus yang akrab disapa Cak Eri itu tak bisa tinggal diam. Meskipun sang pegawai bukan warga asli Surabaya (berasal dari Pare, Kediri), konflik penahanan ijazah harus segera diselesaikan.

Sebab selain jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, Eri menuturkan konflik penahanan ijazah juga memengaruhi iklim investasi di Surabaya.

"Jadi kita sebagai pemerintah akan bantu bawa ke pidana. Insyaallah hari ini pegawai yang mengaku ijazahnya ditahan akan dikawal oleh Disnaker untuk membuat laporan ke Polrestabes," imbuhnya.

Kronologi

Perseteruan di antara Armuji dan Jan Hwa Diana bermula saat Armuji melakukan inspeksi mendadak ke perusahaan UD Sentoso Seal yang berada di Jalan Margomulyo Nomor 44, Pergudangan Suri Mulia Permai Blok H-14.

Armuji memutuskan untuk mendatangi UD Sentoso Seal setelah mendapat aduan dari seorang warga yang mengaku telah mengundurkan diri dari perusahaan tersebut, namun ijazahnya masih ditahan.

Sayangnya, kedatangan Armuji tak mendapat sambutan baik dari perusahaan. Tidak seorang pun dari UD Sentoso Seal yang menemuinya. Gerbang perusahaan berwarna biru juga tampak tertutup rapat.

Politikus yang akrab disapa Cak Ji itu lalu menelepon pemilik UD Sentoso Seal untuk mengklarifikasi dugaan penahanan ijazah milik mantan karyawan. Mulanya, Armuji menelepon suami Diana bernama Handy Soenaryo.

Tidak mendapat jawaban dari Handy, Armuji pun menelepon Diana. Di sini, Armuji telah memperkenalkan diri sebagai Wakil Wali Kota Surabaya, namun Diana mengaku tak mengenal dan menuduh Armuji penipu.

"Ya urusannya apa Pak? Mau Wakil Wali Kota atau apa, sampean kalau ada keluhan ke polisi saja, ajukan tuntutan. Sampean penipuan, sampean siapa saya gak kenal, sorry ya," tutur Diana lalu menutup sambungan telepon Armuji, seperti dalam unggahan video di Instagram @cakj1.

Hingga kini, perseteruan di antara keduanya belum mereda. Laporan dari Diana sedang didalami oleh Direktorat Siber Polda Jatim. Sementara Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji berencana melaporkan balik Diana. (*)

 

 

EDITOR: Bintang Pradewo