JawaPos.com - Kapolsek Tegalsari Surabaya Kompol Rizki Santoso menyatakan bahwa Ahmad Faisol, pelaku pencurian dompet mewah di Tunjungan Plaza Surabaya, bukan pemain baru. Pelaku tercatat sudah 3 kali melakukan pencurian di wilayah hukum Polsek Tegalsari Surabaya. Pelaku yang berstatus residivis itu terjerat kasus yang sama yakni pencurian.
Selain itu, selama melakukan aksi pencurian, pelaku beraksi sendirian. ”Jadi, pelaku ini melakukan aksi pencurian itu sendirian. Tidak berkelompok, atau ada kelompok lain,” kata Kompol Rizki.
Pelaku kemudian menjual hasil curian tersebut. Uang hasil pencurian itu, lanjut Kompol Rizki, digunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, salah seorang sekuriti Mal Tunjungan Plaza M Rofiq mengatakan Ahmad Faisol sudah menjadi TO atau incaran pihak keamanan Tunjungan Plaza. "Pelaku sudah menjadi incaran. Sebab, sudah beberapa kali ada aduan tindak pencurian di Tunjungan Plaza. Dia lolos mencuri handphone di outlet lantai ground terekam kamera CCTV juga," ungkap Rofiq.
Rofiq menyebut saat mencuri dompet, pakaian yang dikenakan oleh Ahmad Faisol sama ketika dia melakukan pencurian handphone. "Pakaian yang sama menjadi penjelas. Kalau pencuri handphone yang sempat buron di awal tahun lalu merupakan dia, pelaku yang sama," ucap Rofiq.
Pelaku Ahmad Faisol dikatakan oleh Kompol Rizki adalah warga Surabaya, tepatnya Genteng. Dia sudah berumur 50 tahun.
Sebelumnya, Polsek Tegalsari mengamankan Ahmad Faisol yang diduga melakukan pencurian dompet di Tunjungan Plaza Surabaya pada Minggu (28/1) malam. Upaya pencurian dompet di Tunjungan Plaza Surabaya oleh Ahmad Faisol itu ramai di media sosial Instagram.