← Beranda
Jawa Timur Segera Memiliki Tiga Bandara Internasional, Intip Persiapan dan Tantangan Operasional Bandara Dhoho
Cahyo Yuman TripamungkasSabtu, 11 November 2023 | 14.47 WIB
Persiapan Jelang operasional Bandara Internasional Dhoho Kabupaten Kediri, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

 

JawaPos.com- Tahun ini, Jawa Timur akan memiliki tiga Bandar Udara Internasional, yaitu, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Internasional Banyuwangi, dan Bandara Internasional Dhoho di Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Diketahui, Bandara Internasional Dhoho di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, akan segera memasuki era operasional pada Jumat (8/12) mendatang.

Dikutip dari Radar Kediri, pada Sabtu (11/11), persiapan menyambut momen bersejarah ini dilakukan oleh pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.

Termasuk PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK) yang tengah melakukan pelebaran jalan sebagai bagian dari penunjang akses ke bandara.

Pelebaran jalan di perempatan Banyakan, yang menjadi akses utama ke Bandara Internasional Dhoho, menjadi salah satu fokus utama.

Jalan selebar delapan meter akan diperluas menjadi 17 meter, dengan 90 meter awal dari perempatan Banyakan.

Langkah ini tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas jalan, tetapi juga menyebabkan beberapa rumah harus dikosongkan.

Baca Juga: Rencana ’First Landing’ Tahun Ini, Pemkab Kediri Siapkan 3 Rute Penerbangan Bandara Dhoho Investama

Proses pembebasan tanah dan pembayaran ganti rugi telah dilakukan sejak Mei lalu.

Meskipun beberapa warga terdampak mengungkapkan kekecewaan atas pengumuman pengosongan yang mendesak.

Dwinoto, salah satu warga yang terdampak, menerima ganti rugi sebesar Rp 636 juta untuk tanah seluas 265 meter persegi.

Namun, dia menyoroti bahwa pemberitahuan pengosongan rumah dilakukan dengan mendesak.

Warga hanya diberikan waktu seminggu untuk mengosongkan rumah mereka, yang harus dilakukan maksimal hingga Selasa, (14/11).

Meski demikian, mereka diizinkan untuk membawa barang dan bangunan yang dapat dimanfaatkan, seperti pintu, kusen jendela, genting, dan perlengkapan lainnya.

Irwan Chandra Wahyu Purnama, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, membenarkan bahwa pembebasan tanah dan pembayaran ganti rugi telah dilakukan enam bulan lalu.

Hal ini memberikan kewenangan kepada pemkab untuk meminta warga segera pindah.

Namun, Irwan belum dapat menyebutkan secara pasti kapan pelebaran jalan akan dilakukan.

Baca Juga: Tak Hadiri Panggilan Pemeriksaan KPK, Menhub Budi Karya Pilih Resmikan Bandara Dhoho di Kediri

Pemerataan bangunan dijadwalkan dimulai pada Rabu, (15/11), dan kemungkinan besar akan berlangsung beberapa minggu mendatang setelah pengukuran dilakukan.

Pelebaran jalan bukan satu-satunya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemkab Kediri menjelang operasional Bandara Internasional Dhoho.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri, Sukadi, menyebutkan lima perbaikan sarpras penunjang bandara yang masih memerlukan perhatian lebih.

Perbaikan melibatkan pengaturan kabel telepon, kabel optik, dan tiang listrik di Jl PB Sudirman.

Selain itu, juga termasuk penambahan LPJU di Desa Tiron, penambahan rambu penunjuk arah ke bandara di beberapa daerah selatan Jatim, dan evaluasi pengaspalan Jl Raya Kediri-Nganjuk.

Sukadi menekankan bahwa penyelesaian kelima perbaikan ini harus rampung sebelum 8 Desember.

Kesiapan Pemkot Kediri dalam menampung dampak ekonomi dari operasional Bandara Internasional Dhoho juga menjadi sorotan.

Baca Juga: Bandara Dhoho Kediri Ditarget Beroperasi 2023, Budi: Bisa Layani Umrah

Terminal dan stasiun disiapkan sebagai lokasi transit, dengan rencana angkutan khusus dari bandara ke Kota Kediri.

Didik Catur, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, menyebutkan bahwa Dishub telah mengusulkan dua pilihan moda transportasi.

Moda tersebut melibatkan bus Damri dan Harapan Jaya, dengan izin dari Dishub Provinsi Jatim.

Pasalnya, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemkab Kediri dan rekanan penggarap bandara.

Beberapa sarana inti bandara, seperti terminal penumpang, menara kontrol lalu lintas udara, terminal VVIP, dan bangunan FF1-PKP-PK masih belum rampung hingga pekan ke-84.

Meskipun demikian, puncak verifikasi administrasi oleh Kemenhub dijadwalkan pada awal Desember, dengan simulasi pengoperasian bandara.

Dengan segala persiapan dan tantangan yang dihadapi, Bandara Internasional Dhoho membawa harapan baru untuk pengembangan ekonomi di wilayah Jawa Timur.

Meski beberapa kendala masih harus diatasi, kerjasama antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat setempat menjadi kunci sukses dalam Pembangunan ini.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti