JawaPos.com–Caroline Angelica, salah satu mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Unair Surabaya, ditemukan meninggal pada Minggu (5/11) di Sidoarjo.
Caroline Angelica ditemukan di salah satu apartemen yang perbatasan antara Sidoarjo dengan Surabaya bagian timur. Kematiannya hingga sekarang menimbulkan pertanyaan yang belum terjawab.
Berikut lima fakta rangkuman JawaPos.com tentang kematian Caroline Angelica, mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Unair.
- Mengambil Program Profesi Dokter Hewan
Caroline Angelica telah menyelesaikan studi sarjana di kedokteran hewan atau S1-nya. Nah, saat ini, Caroline Angelica menempuh Program Profesi Dokter Hewan. Seharusnya, hari ini (6/11), Caroline Angelica melakukan sidangnya.
- Meninggalkan surat terakhir
Caroline Angelica tak hanya meninggalkan cerita pilu bagi para teman hingga keluarga. Dia ternyata mewariskan surat yang ditujukan untuk ibu dan pamannya.
Surat Pertama
Dear Mama
Terima kasih selama ini telah melindungiku. Tetapi sekarang perlindunganmu terasa sia-sia. Aku tak pernah membuat keputusanku sendiri dalam hidup ini. Sekarang inilah bagaimana aku menunjukkan kebebasanku.
Aku memilih apa yang aku pilih dalam hidup ini. Aku tak melihat masa depan untukku. Aku tahu bagaimana kau mencintaiku. Ini bukan salahmu. Aku tidak menyalahkanmu. Maaf aku tak bisa mencintaimu kembali. Maaf aku tak dapat melindungimu.
Dear saudara laki-laki dan perempuanku
Aku berharap kalian tak berakhir seperti aku. Kalian mungkin melihat aku sebagai anak yang cerdas. Aku nggak secerdas itu. Aku adalah seorang yang bodoh yang tak pernah melihat dunia sebenarnya.
Aku telah buta selama ini dan telah memberi kalian semua harapan palsu. Dunia ini kejam. Ingat itu. Aku mencintai kalian. Tapi aku tak bisa melakukannya lagi sejak aku berhenti berharap. Sudah terlambat sekarang.
Jika seluruh dunia mempertanyakan, aku tak melihat ada harapan. Aku ingin bertahan di sana.
Surat kedua
Dear paman
Terima kasih telah membuka mataku untuk melihat dunia yang kejam ini. Tetapi bocah bodoh dan rapuh yang kamu cintai ini tak bisa berdamai dengan kenyataan. Aku memilih kabur. Maaf aku pengecut. Aku tak cerdas aku tak bijaksana. Kamu salah melihatku. Aku melihat tak ada masa depan dan juga kesuksesan.
Dear sahabat
Kalian begitu kuat dan berani. Aku berharap bisa seperti kalian. Tapi kalian tahu, aku lemah. Tak punya motivasi. Aku berharap kalian bahagia selamanya. Aku tahu kalian bisa. Maafkan aku. Aku sayang kalian.
Bila setiap orang pernah menjumpaiku. Bila aku salah, bunuh saja aku. Untuk dunia. ya, kamu telah menumbuhkan kegagalan, generasi lemah.
Hidup segan mati tak mau? Aku memilih untuk mati.
- Ditemukan tabung helium
Selain dua pucuk surat yang ditujukan untuk mama, saudara, paman, dan sahabat, Caroline Angelica juga meninggalkan tabung helium. Tabung helium itu diduga membantu Caroline Angelica agar lebih tidak menyakitkan ketika bunuh diri.
- Surat wasiat identik dengan tulisan Caroline Angelica
Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombespol Dhirmanto mengatakan, polisi terus mendalami kasus Caroline Angelica. Termasuk mendalami, apakah tulisan dalam surat yang ditinggalkan itu memang tulisan milik Caroline Angelica.
”Tapi, tulisannya identik milik Caroline Angelica. Kami masih menunggu hasil penyidikan,” ucap Dhirmanto.
- Berteman 11 tahun, sahabat Caroline Angelica Kaget ternyata alami depresi
Salah seorang sahabat Caroline Angelica yang dihubungi melalui pesan singkat Instagram berinisial A mengaku bahwa dirinya dan Caroline telah bersahabat selama 11 tahun.
”Tapi aku sama sekali nggak ngerasa kalau Caroline Angelica ini mengalami depresi,” kata dia.