JawaPos.com–Pada hari terakhir Ramadan, Pasar Wonokromo Surabaya atau Darmo Trade Center (DTC) tak kehilangan pamor.
Pantauan JawaPos.com, sejak pukul 09.30, pembeli mulai berdatangan. Area pasar basah atau pasar tradisional terlihat tidak banyak yang buka. Namun, untuk area seperti tekstil dan perlengkapan sehari-hari masih buka.
Pedagang sandal, sepatu, dan baju muslim, di Pasar Wonokromo Surabaya banjir rupiah. Wiwit, misalnya.
”Awal Ramadan itu cenderung biasa saja, nggak banyak yang beli kayak hari ini (21/4),” tutur Wiwit, pedagang sandal itu.
Yang paling banyak dicari sandal anak-anak. Menurut Wiwit, tahun ini ada peningkatan penjualan dibandingkan pada tahun lalu.
”Dibandingkan 2020-2021, itu tahun yang suram buat saya. Buat pedagang lain juga bisa jadi,” imbuh Wiwit.
Tri Asih, pedagang Pasar Wonokromo Surabaya lain, mengaku, barang dagangannya justru tidak banyak diburu. Dia menjajakan baju muslim.
”Ada yang beli, tapi nggak seramai 2022. Saya kulakan sejak Ramadan nggak banyak, laku lumayan banyak tapi nggak cepat saja pembeliannya,” ujar Tri Asih.