← Beranda
24 Balita di Jawa Timur Positif Gagal Ginjal, Terbanyak dari Surabaya
Kuswandi• Kamis, 20 Oktober 2022 | 22.22 WIB
BISA DICEGAH: Aulia Malihatul Saffanah sedang menjalani cuci darah di Instalasi Hemodialisis RSUD dr Soetomo. (Septinda Ayu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Dalam dua bulan terakhir, jumlah balita yang positif penyakit gagal ginjal akut meningkat. Sejak September lalu, terdapat 24 anak yang positif gagal ginjal akut.

"15 dari Surabaya, 9 dari Malang," sebut Kepala Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur dr Sjamsul Arief, Kamis (18/10).

Dari jumlah itu, 13 anak diantaranya telah dinyatakan meninggal dunia.

"Mereka dirawat sejak Bulan September lalu. Total ada 13 balita di Jawa Timur meninggal dunia," tutur Sjamsul.

Jumlah itu tersebar dari dua wilayah se-Jawa Timur. "3 meninggal di Malang dan 10 meninggal di Surabaya," terang dia.

Hingga kini, masih ada beberapa balita yang dirawat dan dalam proses penyembuhan. Mereka tersebar di berbagai wilayah di Jawa Timur.

"Alhamdulillah sudah mulai membaik. Masih demam, tapi sudah proses penyembuhan, sudah observasi," tutur dia.

Bagi orang tua yang anaknya sedang sakit, Sjamsul berpesan untuk rajin mengecek dan meneliti kondisi anak.

"Anak dengan berat 10kg air kencingnya sebanyak 30cc," ujar dia.

Bila anak tidak buang air kecil selama 6 jam, maka harus dilakukan observasi dan penelitian lebih lanjut.

"Pampers dicek. Kalau 6 jam basah, berarti sudah buang air kecil, kalau kering, berarti nggak pipis. Kalau 6-12 jam nggak pipis, berarti sudah ada gejala (gagal ginjal akut)," kata Sjamsul.

Sjamsul juga mengingatkan para orang tua untuk tidak sembarangan memberi obat.

"Kalau anak panas, jangan dikasih sirup. Jangan tiap jam dikasih obat. Dibawa ke dokter aja dulu. Nanti dikasih puyer supaya demamnya turun," pungkas dia.
EDITOR: Kuswandi