JawaPos.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mendorong transformasi sektor kepemudaan dan keolahragaan di seluruh Indonesia. Ia meminta jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memperkuat sinergi bersama pemerintah pusat.
Langkah tersebut dinilai krusial untuk menyambut 100 tahun Sumpah Pemuda sekaligus mengoptimalkan bonus demografi agar menjadi modal pembangunan nasional.
Menpora menyampaikan, sektor kepemudaan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata atau hanya menjadi pelengkap dalam agenda pembangunan. Dengan sekitar 130 juta penduduk Indonesia di bawah 30 tahun, pemerintah perlu menempatkan pemuda sebagai salah satu prioritas utama pembangan nasional.
Baca Juga: Menpora Erick Thohir Bicara Perpanjangan Kontrak MotoGP Indonesia: Tunggu Putusan Presiden Prabowo
Karena itu, Menpora meminta Dispora di daerah memperluas peran dan tidak hanya berfokus pada urusan olahraga. Pemerintah pusat dan daerah harus membangun sinergi agar kebijakan kepemudaan dapat diterapkan secara terintegrasi hingga ke tingkat daerah.
Untuk mendorong perubahan tersebut, Kemenpora menyiapkan sejumlah langkah transformatif, termasuk penguatan landasan hukum dan perbaikan regulasi kepemudaan. Kemenpora juga akan mendorong percepatan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepemudaan agar urusan pemuda menjadi tugas pokok dan fungsi yang terintegrasi dalam pemerintahan daerah.
Selain regulasi, pembenahan organisasi dan regenerasi kepemimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) turut menjadi perhatian. Kemenpora ingin menertibkan perpecahan dalam Organisasi Kemasyarakatan Pemuda melalui verifikasi bersama Kementerian Hukum, sekaligus menata batasan usia pemuda, misalnya maksimal 35 tahun, serta membatasi periode kepemimpinan.
Baca Juga: Menpora Erick Sambut Atlet Peraih Medali Emas Asian Games 2026, Sampaikan Pesan Presiden
Sementara itu, di sektor olahraga, Menpora Erick menyerukan perubahan pola pikir agar olahraga tidak hanya dipandang sebagai aktivitas fisik atau kompetisi. Menurut dia, olahraga juga memiliki nilai strategis sebagai investasi ekonomi, peningkatan kesehatan masyarakat, dan pembentukan karakter bangsa.
Menpora Erick memaparkan, potensi industri olahraga dan wisata olahraga (sport tourism) di Indonesia masih terbuka lebar untuk dikembangkan. Industri olahraga global diperkirakan bernilai Rp8.000 triliun, sedangkan Indonesia baru menggarap sekitar Rp40 triliun atau setara 0,5 persen dari potensi tersebut.
Untuk memperluas kontribusi ekonomi olahraga, pemerintah daerah didorong mengoptimalkan wisata olahraga yang berdampak langsung pada perekonomian lokal. Menpora Erick mencontohkan MotoGP Mandalika yang memiliki dampak ekonomi Rp5,2 triliun, serta potensi wisata selancar di berbagai daerah yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
Selain mengoptimalkan potensi ekonomi, Menpora Erick menyoroti pengelolaan fasilitas olahraga milik pemerintah daerah. Dia meminta fasilitas yang telah dibangun tidak terbengkalai atau justru menjadi beban anggaran perawatan tanpa memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.
"Pemerintah daerah didorong melakukan Kerjasama Operasional (KSO) dengan pihak swasta atau klub olahraga secara transparan tanpa menghilangkan aset daerah," ujar Menpora Erick dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/10).
Baca Juga: Emas Melimpah dari Bulu Tangkis, Menpora Erick Thohir Penasaran Cabor Lain!
Menpora juga mengajak pemerintah daerah mengaktifkan kegiatan olahraga masyarakat, seperti Car Free Day (CFD), di 514 kota dan kabupaten. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, menekan beban anggaran kesehatan daerah, sekaligus membentuk kedisiplinan generasi muda.
Perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga juga diarahkan kepada mantan atlet disabilitas. Erick mendorong program sertifikasi agar mereka tetap memiliki kesempatan berkarya dan mengajar di sekolah-sekolah khusus.
"Saya bisa, Bapak dan Ibu di daerah juga pasti harus bisa. Mari kita bangun perspektif baru bahwa sektor Pemuda dan Olahraga adalah prioritas. Antara pemerintah pusat dan daerah kita harus saling mendukung untuk menciptakan perubahan besar bagi bangsa ini," pungkas Menpora Erick Thohir.