← Beranda
GP Mandalika: Marc Marquez Geser Jorge Martin dari Puncak Klasemen MotoGP 2026
Rizka Perdana Putra• Minggu, 11 Oktober 2026 | 17.50 WIB
Marc Marquez memimpin klasemen MotoGP 2026 setelah menang sprint race Mandalika. Keunggulannya atas Jorge Martin kini menjadi empat poin. (Crash)

JawaPos.com – Marc Marquez berhasil merebut posisi puncak klasemen sementara MotoGP 2026 setelah memenangi sprint race Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10). Pembalap Ducati itu kini mengoleksi 343 poin, unggul empat angka atas Jorge Martin yang berada di posisi kedua.

Kemenangan tersebut menjadi langkah penting bagi Marquez dalam persaingan gelar juara dunia musim ini. Martin harus puas finis di posisi keempat sehingga kehilangan kesempatan mempertahankan keunggulan di klasemen.

Sebelumnya, Marquez telah berada di posisi teratas setelah memenangi GP San Marino pada September lalu. Namun, saat itu perolehan poinnya sama dengan Martin, yakni 274 angka. Hasil sprint race Mandalika akhirnya membuat Marquez unggul secara langsung.

Meski berhasil mengambil alih pimpinan klasemen, Marquez menyadari bahwa perjuangannya belum selesai. Dia menilai sprint race di Mandalika berlangsung ketat sejak awal hingga akhir.

“Balapan ini sangat sulit, terutama sejak awal dan saat start. Saya membuat kesalahan besar pada lap ketiga atau keempat, lalu dia membuka jarak,” ujar Marc dalam wawancara di parc ferme.

Tekanan Ban Jadi Persoalan Martin

Di sisi lain, Martin mengakui sempat mengalami kesulitan ketika berusaha mempertahankan posisi terdepan. Kondisi tersebut memberi kesempatan bagi Marquez untuk mendekat dan mengambil alih keunggulan.

“Pada bagian akhir balapan, saya bisa sedikit mengejarnya. Saya pikir dia mengalami masalah tekanan ban atau semacamnya. Namun, saya merasa semakin baik dan kecepatan saya meningkat. Dua belas poin dari sprint Mandalika ini sangat penting,” tutur Martin.

Tambahan 12 poin dari sprint race membuat posisi Marquez semakin kuat. Sebelum balapan di Indonesia, dia sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen. Kini, persaingan gelar juara dunia kembali terbuka.

Meski demikian, hasil sprint race belum sepenuhnya menghapus catatan buruk Marquez di Mandalika. Dalam empat kesempatan sebelumnya, pembalap Ducati itu belum pernah menyelesaikan balapan utama di sirkuit tersebut.

Karena itu, balapan utama pada Minggu (11/10) menjadi kesempatan penting bagi Marquez untuk memperbaiki rekornya. Jika gagal finis, catatan buruk itu berpotensi berlanjut. Sebaliknya, tambahan poin dari Mandalika bisa menjadi titik balik dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP musim ini.

Martin dan Bezzecchi Belum Maksimal

Persaingan di barisan depan juga diwarnai kendala yang dialami sejumlah rival Marquez. Selain Martin yang menghadapi persoalan tekanan ban, Marco Bezzecchi juga terjatuh pada lap pertama sprint race.

Insiden tersebut turut memengaruhi persaingan para pembalap di barisan depan. Sementara itu, Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia memulai balapan dari posisi pole.

Bos Trackhouse, Davide Brivio, menilai manuver Marquez dan Martin menjadi pemicu ketegangan pada sprint race. Menurutnya, kedua pembalap tampil agresif sejak awal demi mendapatkan posisi terbaik.

“Sepertinya Jorge dan Marc sangat agresif di tikungan pertama. Mereka ingin mendapatkan sebanyak mungkin posisi. Saya pikir, itulah akibatnya ketika mereka masuk dengan agresif terhadap pembalap lain,” ujar Brivio kepada MotoGP.

EDITOR: Hendra