JawaPos.com – Coco Gauff mengaku merasa kelelahan akibat pelecehan rasis secara daring setelah tersingkir dari China Open di Beijing.
Dilansir dari laman Flashscore pada Kamis (8/10), Petenis Amerika Serikat tersebut kalah dari Elise Mertens dengan skor 3-6, 3-6 pada Rabu setelah tampil di bawah performa terbaiknya dan melakukan delapan kesalahan ganda.
Gauff kemudian memutuskan mundur dari Wuhan Open dengan alasan kelelahan setelah sebelumnya mengungkapkan banyaknya komentar dan pesan bernada rasis yang diterimanya di internet.
Gauff mengatakan pelecehan tersebut terasa melelahkan secara mental, tetapi ia memilih mematikan telepon seluler dan melanjutkan aktivitasnya setelah menerima berbagai komentar tersebut.
Sehari sebelum kekalahan dari Mertens, petenis berusia 22 tahun itu mengecam pelecehan rasis yang diterimanya setelah mengalahkan petenis Tiongkok Sun Xinran pada babak sebelumnya.
Gauff sebelumnya juga sempat terlibat dalam insiden pertandingan ketika meminta peninjauan video terkait lampu LED yang berkedip pada papan iklan stadion dan mendapat ejekan dari sebagian penonton.
Dalam pertandingan melawan Mertens, Gauff mengakui bahwa permainannya tidak berjalan baik dan pergerakannya kurang optimal sepanjang pertandingan.
Kekalahan tersebut membuat perjalanan Gauff di China Open berakhir, sebelum ia juga mengumumkan pengunduran diri dari Wuhan Open yang merupakan turnamen yang dimenanginya tahun lalu.
Gauff tetap menjadi salah satu petenis terkemuka dunia, tetapi rangkaian kejadian di Beijing membuat perhatian tertuju pada dampak pelecehan rasis daring yang ia ungkapkan setelah pertandingan.